Sudirman, Sudirman (2023) STUDI KELAYAKAN PENERAPAN ELCB PADA INSTALASI KELISTRIKAN DI GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS SILIWANGI KAMPUS MUGARSARI. Other thesis, Universitas Siliwangi.
01 COVER.pdf
Download (27kB)
02 HALAMAN JUDUL.pdf
Download (12kB)
03 HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (170kB)
04 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (315kB)
05 KATA PENGANTAR.pdf
Download (127kB)
06 HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN MENYERAHKAN HAK MILIK ATAS TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEM.pdf
Download (231kB)
07 ABSTRAK.pdf
Download (13kB)
08 DAFTAR ISI.pdf
Download (124kB)
09 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (55kB)
10. DAFTAR TABEL.pdf
Download (58kB)
11 BAB I.pdf
Download (70kB)
12 BAB II.pdf
Download (839kB)
13 BAB III.pdf
Download (239kB)
14 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
15 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (79kB)
16 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (197kB)
17 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (137kB)
Abstract
Nama Program Studi Judul : Muhammad Rifki Zulfikar : Teknik Elektro : Sistem Monitoring Penyeimbang Tegangan Sel Dengan Metode Switching Pada Baterai Ni-Cd 110v Dc Baterai dari sumber daya DC pada Gardu Induk, tegangan pada baterai adalah 110V DC dengan tegangan pada tiap Sel baterai adalah sebesar 1,2V DC dengan 86 sel secara seri, baterai tersebut berperan sebagai cadangan sumber listrik untuk menyuplai seperti alat komunikasi, lampu darurat, penggerak motor PMS dan PMT pada gardu induk. Pemantauan tegangan baterai hanya dilakukan secara manual oleh multimeter pada tiap Sel baterainya. Maka untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu alat penunjang untuk membantu pemantauan baterai per sel dan mengetahui kondisi tiap sel. Pada penelitian ini mengembangkan Sistem Monitoring Penyeimbang Tegangan Sel secara bergantian dengan pembacaan sel satu persatu atas kendali relai. Tujuan pada penelitian ini berfokus pada monitoring baterai 110V DC dengan membaca per sel baterai serta kinerja sensor INA219 dalam membaca tegangan per selnya dengan Metode switching (pembacaan sel tegangan baterai secara bergantian oleh relai yang dikendalikan Arduino Mega 2560), pada penyeimbang juga dilakukan oleh relai sel ketika nilai tegangan per sel dibawah 1,2V maka akan secara otomatis relai charge aktif dan melakukan proses pengisian dan menyuplai listrik ke baterai sel sampai dengan tegangan pengisian 1,5V. Hasil penelitian menunjukkan sistem penyeimbang dapat berfungsi dengan memutus dan menyambung rangkaian relai charge ke rangkaian baterai per sel melalui relai charge sebagai penyeimbang. Pada sistem monitoring lokal untuk nilai tegangan per sel dapat ditampilkan berupa nomor sel (#), tegangan sel (V), status sel (!), status penyeimbang (!), dan tegangan total sel (V). Pada monitoring Internet Of Things (IoT) dapat menampilkan penerimaan hasil data dari Arduino Mega 2560 ke ESP32 secara real-time, dan data yang ditampilkan pada Blynk sama seperti pada monitoring lokal dengan waktu rata – rata 1,3 detik. Kata Kunci : Sensor INA219, Sistem Monitoring, Blynk, Penyeimbang Tegangan Sel, Switching, Arduino MEGA 2560, ESP32.Nama NPM Program Studi Judul Skripsi : : : : Sudirman 187002012 Teknik Elektro Studi Kelayakan Penerapan ELCB Pada Instalasi Kelistrikan Di Gedung Laboratorium Teknik Elektro Universitas Siliwangi Kampus Mugarsari Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pengamanan dan penerapan sistem proteksi pada instalasi kelistrikan yang dapat menimbulkan risiko kerusakan yang tinggi terhadap instalasi maka penelitian ini membahas tentang studi kelayakan penerapan ELCB pada instalasi kelistrikan di Gedung Laboratorium Teknik Elektro Universitas Siliwangi Kampus Mugarsari. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis rancangan sistem proteksi yang terpasang yaitu nilai tahanan grounding dan nilai time to trip pada ELCB. Melakukan pengukuran tahanan grounding dengan menggunakan Digital Earth Tester yang diperoleh pada pengukuran grounding adalah 5.67 Ohm, jika dilihat dari hasil pengukuran tersebut tidak memenuhi standarisasi PUIL yaitu >5 Ohm. Pengukuran ELCB dengan menggunakan ELCB Tester nilai rata-rata Time to trip ELCB pada ruangan Laboratorium 1 Fasa R = 20.8 ms, Fasa S = 21.2 ms, dan Fasa T= 12ms Pada Laboratorium 2 Fasa R= 99.7ms, fasa S= 36.5ms, fasa T= 12ms. Pada laboratorium 3 Fasa R=12ms, fasa S= 22ms, Fasa T= 22ms. Pada laboratorium 4 fasa R=22ms, fasa S= 20.3ms, fasa T= 11.7ms. Pada laboratorium 5 fasa R= 22ms, fasa S= 22.3ms, fasa T= 12ms. Jika dilihat dari nilai yang didapat pada saat pengukuran maka untuk Laboratorium 1,2,3,4 dan 5 memenuhi standar PUIL yaitu 0,4 detik (400 ms).
Kata Kunci : ELCB, Grounding, Proteksi, PUIL
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Elektro |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 01:08 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 01:08 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4523 |
