KRISDIANTO, RIDWAN (2023) KONFLIK PEREBUTAN KHARISMA DALAM KEMURSYIDAN SYEKH MUHAMMAD ABDUL GAOS SEBAGAI MURSYID KE 38 THORIQOH QODIRIYAH NAQSABANDIYAH SURYALAYA (Studi Kasus Konflik Kelompok 37 dan Kelompok 38 TQN PP-Suryalaya dan Ma’had Suryalaya-Sirnarasa di Kecamatan Dayeuhluhur) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam penulisan Skripsi pada Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Siliwangi. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. Cover.pdf
Download (98kB)
2. Lembar Pengesahan.pdf
Download (1MB)
3. pernyataan orsinalitas.pdf
Download (1MB)
4. Lembar Persembahan.pdf
Download (105kB)
5. Kata Pengantar.pdf
Download (109kB)
6. Abstract.pdf
Download (154kB)
7. Abstrak.pdf
Download (111kB)
8. Daftar Isi.pdf
Download (152kB)
9. Daftar Lampiran.pdf
Download (94kB)
10. Daftar Gambar.pdf
Download (98kB)
11. Daftar Tabel.pdf
Download (91kB)
12. BAB I.pdf
Download (175kB)
13. BAB II.pdf
Download (235kB)
14. BAB III.pdf
Download (261kB)
15. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (204kB)
16. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
17. Daftar Pustaka.pdf
Download (112kB)
18. Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (261kB)
19. Biodata Penulis.pdf
Download (117kB)
Abstract
Skripsi ini berjudul “Konflik Perebutan Kharisma dalam Kemursyidan Syekh Muhammad Abdul Gaos Sebagai Mursyid ke 38 Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah Suryalaya (Studi Kasus Konflik Kelompok 37 dan Kelompok 38 TQN PP-Suryalaya dan Ma’had Suryalaya-Sirnarasa di Kecamatan Dayeuhluhur)”. Skripsi ini akan menjelaskan tentang konflik yang terjadi di lingkungan Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya yang terjadi pada tahun 2011 pasca wafatnya Abah Anom sebagai Mursyid silsilah 37 dari TQN PP-Suryalaya. yang kemudian akan menelusuri akar penyebab terjadinya konflik hingga jalannya konflik seperti apa dengan menggunakan konsep kronologi sebagai penelusuran kasus konflik yang pernah pernah terjadi. Teori yang digunakan dalam penyusunan ini adalah teori konflik Ibnu Khaldun, Teori Otoritas Max Weber, Kekuasaan Kharismatik Koentjaraningrat dan teori elit Charles Wright Mills. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sasaran penelitian ditujukan kepada Wakil Talqin, Mubaligh, Ustadz dan tokoh yang berpengaruh serta ikhwan TQN yang ada di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, dengan teknik pengumpulan data menggunakan buku dan internet sebagai referensi kemudian diperkuat dengan observasi dan wawancara dengan informan yang kemudian menggunakan analisis deskriptif dengan teori konflik dan teori elit. Dalam penyusunan Skripsi ini menggunakan konsep teori konflik yang digagas Ibnu Khaldun dalam aspek psikologis manusia yang didalamnya ada animal power. Max Weber tentang wewenang seorang pemimpin dan Koentjaraningrat tentang kekuasaan Kharismatik yang merupakan kekuasaan dominan dalam kekuasaan informal dan teori elit dari Charles Wright Mills tentang power elite atau disebut sebagai wakil talqin, para mubaligh, ustadz dan seseorang yang ditokohkan dari kelompok 37 dan 38 memiliki pengaruh besar terhadap jalannya konflik, eskalasi terhadap daerah-daerah termasuk di Dayeuhluhur termasuk upaya yang pernah dilakukan untuk menemukan solusi konflik.
Kata kunci: TQN PP-Suryalaya, Konflik, Elit, Abah Aos, kelompok 37 dan 38.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 01:30 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 01:30 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4386 |
