DINARSYAH, HARKAT (2024) KINERJA RANTAI PASOK BIJI KAKAO DI PT XYZ AREA OPERASIONAL KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (51kB)
2 PERYATAAN.pdf
Download (105kB)
3 PENGESAHAN.pdf
Download (246kB)
4 ABSTRAK.pdf
Download (29kB)
5 ABSTRACT.pdf
Download (28kB)
6 KATA PENGANTAR.pdf
Download (95kB)
7 DAFTAR ISI.pdf
Download (41kB)
8 DAFTAR TABEL.pdf
Download (97kB)
10 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (92kB)
11 BAB I.pdf
Download (144kB)
12 BAB II.pdf
Download (250kB)
13 BAB III.pdf
Download (286kB)
14 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (194kB)
15 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (672kB)
16 BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (35kB)
17 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (204kB)
18 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (928kB)
Abstract
PT XYZ merupakan perusahaan jual beli biji kakao yang pertama
beroperasi di Kecamatan Palolo. PT XYZ memiliki permasalahan fluktuasi jumlah
pasokan dan masih tingginya penolakan produk biji kakao yang tidak memenuhi
standar kualitas. Permasalahan lain muncul seiring terjadinya perubahan struktur
pasar, yaitu adanya keterlambatan pasokan akibat fragmentasi petani mitra.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi rantai pasok biji kakao dan
menganalisis kinerja rantai pasok pada saat ini di PT XYZ area operasional
Kecamatan Palolo. Penelitian dilakukan pada Agustus 2023 sampai Januari 2025.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode analisis yang
digunakan adalah Food Supply Chain Networking (FSCN) untuk mengidentifikasi
kondisi rantai pasok dan Supply Chain Operation Refference (SCOR) untuk
menganalisis kinerja rantai pasok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
aktivitas observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview). Kondisi rantai
pasok berdasarkan kerangka FSCN melibatkan tiga pelaku utama yaitu petani
sebagai produsen biji kakao, buying station sebagai pedagang pengumpul, dan PT
XYZ sebagai perusahaan yang memerlukan bahan baku berbentuk biji kakao.
Analisis SCOR menunjukkan rata-rata kinerja rantai pasok di tingkat petani telah
mencapai level superior pada indikator kinerja aset, biaya, kesesuaian dengan
standar, siklus pemenuhan pesanan dan fleksibilitas. Hanya terdapat satu indikator
yang masih berada pada level advantage yaitu kinerja pengiriman. Sementara itu,
rata-rata kinerja di tingkat buying station menunjukkan level superior pada
indikator aset, pemenuhan pesanan, kesesuaian dengan standar, siklus pemenuhan
pesanan, dan fleksibilitas. Terdapat satu indikator kinerja yang masih berada pada
level advantage yaitu kinerja pengiriman dan satu indikator lain termasuk dalam
level parity yaitu biaya.
Kata Kunci : Biji kakao, rantai pasok, SCOr
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 01:41 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 01:41 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4112 |
