AMELIA, SINTA (2024) HUBUNGAN SANITASI RUMAH, PERILAKU MEROKOK DALAM RUMAH PADA KEJADIAN PNEUMONIA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA (Studi pada balita usia 2-59 bulan di Wilayah Kerja Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya) SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat dengan Peminatan Kesehatan Lingkungan. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (29kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (238kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (414kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (415kB)
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (347kB)
6. PERNYATAAN.pdf
Download (190kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (453kB)
8. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (236kB)
9. DAFTAR ISI.pdf
Download (252kB)
10. BAB I.pdf
Download (157kB)
11. BAB II.pdf
Download (570kB)
12. BAB III.pdf
Download (457kB)
13. BAB IV.pdf
Download (238kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (261kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Skripsi SintaAmel.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
HUBUNGAN SANITASI RUMAH, PERILAKU MEROKOK DALAM RUMAH PADA KEJADIAN PNEUMONIA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang jaringan paru (alveoli). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sanitasi rumah dan perilaku merokok di dalam rumah terhadap kejadian pneumonia pada balita usia 2–59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilembang. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan observasional analitik. Populasi kasus adalah balita penderita pneumonia, sedangkan populasi kontrol adalah balita sehat di wilayah yang sama, dengan perbandingan 1:2. Sampel terdiri atas 60 kasus dan 120 kontrol yang dipilih secara simple random sampling untuk kasus dan purposive sampling untuk kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner pada total 180 responden. Data primer berasal dari kuesioner, observasi, dan pengukuran, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan tahunan P2ISPA Dinas Kesehatan, laporan harian ISPA, dan profil UPTD Puskesmas Cilembang. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji chi-square pada taraf signifikan α 5%. Penelitian ini menggambarkan faktor risiko utama yang berkaitan erat dengan kejadian pneumonia pada balita, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilembang. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara kejadian pneumonia pada balita dengan BBLR (p-value 0,000), riwayat pemberian ASI (p-value 0,000), status gizi (p-value 0,000), pemberian vitamin A (p-value 0,000), imunisasi (p-value 0,006), kepadatan hunian (p-value 0,000), ventilasi (p-value 0,000), jenis lantai (p-value 0,001), jenis dinding (p-value 0,000), dan perilaku merokok (p-value 0,000). Tidak ditemukan hubungan antara usia dan jenis kelamin balita. Disarankan bagi ibu balita agar meningkatkan kebersihan rumah, menyediakan ventilasi udara yang cukup, serta menghindari merokok di rumah untuk mencegah pneumonia. Edukasi berkelanjutan juga penting untuk meningkatkan kesadaran keluarga. Kata Kunci: Pneumonia, sanitasi, merokok, balitaHUBUNGAN SANITASI RUMAH, PERILAKU MEROKOK DALAM RUMAH PADA KEJADIAN PNEUMONIA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang jaringan paru (alveoli). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sanitasi rumah dan perilaku merokok di dalam rumah terhadap kejadian pneumonia pada balita usia 2–59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilembang. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan observasional analitik. Populasi kasus adalah balita penderita pneumonia, sedangkan populasi kontrol adalah balita sehat di wilayah yang sama, dengan perbandingan 1:2. Sampel terdiri atas 60 kasus dan 120 kontrol yang dipilih secara simple random sampling untuk kasus dan purposive sampling untuk kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner pada total 180 responden. Data primer berasal dari kuesioner, observasi, dan pengukuran, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan tahunan P2ISPA Dinas Kesehatan, laporan harian ISPA, dan profil UPTD Puskesmas Cilembang. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji chi-square pada taraf signifikan α 5%. Penelitian ini menggambarkan faktor risiko utama yang berkaitan erat dengan kejadian pneumonia pada balita, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilembang. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara kejadian pneumonia pada balita dengan BBLR (p-value 0,000), riwayat pemberian ASI (p-value 0,000), status gizi (p-value 0,000), pemberian vitamin A (p-value 0,000), imunisasi (p-value 0,006), kepadatan hunian (p-value 0,000), ventilasi (p-value 0,000), jenis lantai (p-value 0,001), jenis dinding (p-value 0,000), dan perilaku merokok (p-value 0,000). Tidak ditemukan hubungan antara usia dan jenis kelamin balita. Disarankan bagi ibu balita agar meningkatkan kebersihan rumah, menyediakan ventilasi udara yang cukup, serta menghindari merokok di rumah untuk mencegah pneumonia. Edukasi berkelanjutan juga penting untuk meningkatkan kesadaran keluarga.
Kata Kunci: Pneumonia, sanitasi, merokok, balita
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 01:16 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 01:16 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4102 |
