PURNAMASARI, IRMA (2024) EVALUASI KELAYAKAN PERKERASAN LANDASAN PACU BANDARA NUSAWIRU PANGANDARAN DENGAN PERBANDINGAN METODE ICAO DENGAN METODE FAA TUGAS AKHIR Disusun sebagai Syarat untuk menempuh Ujian Sarjana pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (2MB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (1MB)
3. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (1MB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (2MB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (2MB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (2MB)
7. DAFTAR TABEL.pdf
Download (2MB)
8. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (2MB)
9. BAB 1.pdf
Download (2MB)
10. BAB 2.pdf
Download (3MB)
11. BAB 3.pdf
Download (2MB)
12. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
13. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (2MB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
EVALUASI KELAYAKAN PERKERASAN LANDASAN PACU BANDARA NUSAWIRU PANGANDARAN DENGAN PERBANDINGAN METODE ICAO DENGAN METODE FAA Irma Purnamasari1), Hendra2), Nina Herlina3) 1,2,3 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Siliwangi e-mail: irmapurnamasari732@gmail.com ABSTRAK Bandara Nusawiru di pangandaran berfungsi sebagai pusat transportasi udara yang melayani penerbangan regular ke Bandung dan Jakarta. Dengan status saat ini sebagai bandara kelas III, mendukung operasional pesawat kecil seperti Fokker dan sejenisnya. Adanya program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kelas I, termasuk perluasan dan perpanjangan landasan pacu untuk mendukung pesawat berbadan besar. Penelitian ini bertujuan untuk melakuan evaluasi geometrik dan perkerasan landasan pacu, dengan fokus pada orientasi, Panjang landasan, serta kebutuhan perkerasan lentur yang kuat dan stabilitas. Hasil dari penelitian ini, didapat panjang landasan pacu dibutuhkan untuk pesawat kritis Cessna 208B adalah 775 m dan untuk landasan pacu eksisting adalah 1400 m. Pada perhitungan struktur perkerasan digunakan metode FAA (Faderal Aviation Administration) dengan cara manual dan bantuan perangkat lunak FAARFIELD. Perhitungan ini mengacu kepada Advisory Circular 150/5320-6E. Perhitungan juga membanding kan antara hasil perhitungan dari metode FAA dengan hasil perhitungan metode ICAO. Hasil perhitungan pada landasan pacu kondisi eksisting dengan cara manual didapat tabel total perkerasan 43,68 cm, dengan bantuan perangkat lunak FAARFIELD didapat tebal perkerasan 47,75 cm. Untuk metode ICAO didapat tebal perkerasan total sebesar 62.3 cm. Untuk perencanaan pelapisan ulang dengan bantuan perangkat lunak FAARFIELD didapat tebal untuk lapisan permukaan sebesar 4 inch (10.16 cm). Untuk perhitungan pelapisan ulang pada metode ICAO didapat tebal lapis permukaan sebesar 3,5 inch (9 cm). Pada perhitungan perencanaan perkerasan dengan metode FAA cara manual didapat tebal total perkerasan sebesar 76.20 cm, sedangkan dengan bantuan perangkat lunak FAARFIELD didapat tebal total perkerasan sebesar 65,98 cm.
Kata kunci: Banda Udara, Landasan Pacu, FAA, FAARFIELD, Pelapisan Ulang 1) Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Siliwangi 2) Dosen Pembimbing I Tugas Akhir 3) Dosen Pembimbing II Tugas Akhir
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 06:27 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 06:27 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4066 |
