FRIESKA AULIA NATASYA HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA Stunting merupakan kondisi kurangnya status gizi yang bersifat menahun pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Sanitasi lingkungan yang tidak baik akan memicu terjadinya berbagai penyakit seperti diare yang berdampak terhadap penyerapan nutrisi sehingga berisiko terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control, populasi kasus adalah balita yang mengalami Stunting di Puskesmas Karanganyar berjumlah 85 balita, populasi control yaitu balita yang tidak mengalami Stunting di Puskesmas Karanganyar berjumlah 85 balita yang membandingkan sampel kasus dan kontrol 1:1, sehingga total sampel 170 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sarana air bersih (p value 0,000), sarana pengelolaan sampah (p value 0,001), sarana jamban sehat (p value 0,000), dan sarana pembuangan air limbah (p value 0,010) dengan riwayat diare. Ada hubungan antara sarana air bersih (p value 0,004), sarana pengelolaan sampah (p value 0,000), sarana jamban sehat (p value 0,003), sarana pembuangan air limbah (p value 0,000) dan riwayat diare (p value 0,002) dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kembali sarana air bersih, sarana pengelolaan sampah, sarana jamban, dan sarana pembuangan air limbah yang digunakan agar sesuai anjuran pemerintah dalam STBM. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Stunting, Balita

NATASYA, FRIESKA AULIA (2024) FRIESKA AULIA NATASYA HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA Stunting merupakan kondisi kurangnya status gizi yang bersifat menahun pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Sanitasi lingkungan yang tidak baik akan memicu terjadinya berbagai penyakit seperti diare yang berdampak terhadap penyerapan nutrisi sehingga berisiko terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control, populasi kasus adalah balita yang mengalami Stunting di Puskesmas Karanganyar berjumlah 85 balita, populasi control yaitu balita yang tidak mengalami Stunting di Puskesmas Karanganyar berjumlah 85 balita yang membandingkan sampel kasus dan kontrol 1:1, sehingga total sampel 170 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sarana air bersih (p value 0,000), sarana pengelolaan sampah (p value 0,001), sarana jamban sehat (p value 0,000), dan sarana pembuangan air limbah (p value 0,010) dengan riwayat diare. Ada hubungan antara sarana air bersih (p value 0,004), sarana pengelolaan sampah (p value 0,000), sarana jamban sehat (p value 0,003), sarana pembuangan air limbah (p value 0,000) dan riwayat diare (p value 0,002) dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kembali sarana air bersih, sarana pengelolaan sampah, sarana jamban, dan sarana pembuangan air limbah yang digunakan agar sesuai anjuran pemerintah dalam STBM. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Stunting, Balita. Other thesis, Universitas Siliwangi.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (169kB)
[thumbnail of 2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf] Text
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of 3. LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
3. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 4. LEMABR PERNYATAAN.pdf] Text
4. LEMABR PERNYATAAN.pdf

Download (135kB)
[thumbnail of 5. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf] Text
5. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf

Download (420kB)
[thumbnail of 6. BIODATA PENULIS.pdf] Text
6. BIODATA PENULIS.pdf

Download (431kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR, LAMPIRAN.pdf] Text
7. DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR, LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 8. ABSTRAK.pdf] Text
8. ABSTRAK.pdf

Download (459kB)
[thumbnail of 9. KATA PENGANTAR.pdf] Text
9. KATA PENGANTAR.pdf

Download (423kB)
[thumbnail of 10. BAB I.pdf] Text
10. BAB I.pdf

Download (442kB)
[thumbnail of 11. BAB II.pdf] Text
11. BAB II.pdf

Download (626kB)
[thumbnail of 12. BAB III.pdf] Text
12. BAB III.pdf

Download (587kB)
[thumbnail of 13. BAB IV.pdf] Text
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (529kB)
[thumbnail of 14. BAB V.pdf] Text
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (362kB)
[thumbnail of 15. BAB VI.pdf] Text
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (313kB)
[thumbnail of 16. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (438kB)
[thumbnail of 17. LAMPIRAN.pdf] Text
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

FRIESKA AULIA NATASYA HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA Stunting merupakan kondisi kurangnya status gizi yang bersifat menahun pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Sanitasi lingkungan yang tidak baik akan memicu terjadinya berbagai penyakit seperti diare yang berdampak terhadap penyerapan nutrisi sehingga berisiko terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control, populasi kasus adalah balita yang mengalami Stunting di Puskesmas Karanganyar berjumlah 85 balita, populasi control yaitu balita yang tidak mengalami Stunting di Puskesmas Karanganyar berjumlah 85 balita yang membandingkan sampel kasus dan kontrol 1:1, sehingga total sampel 170 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sarana air bersih (p value 0,000), sarana pengelolaan sampah (p value 0,001), sarana jamban sehat (p value 0,000), dan sarana pembuangan air limbah (p value 0,010) dengan riwayat diare. Ada hubungan antara sarana air bersih (p value 0,004), sarana pengelolaan sampah (p value 0,000), sarana jamban sehat (p value 0,003), sarana pembuangan air limbah (p value 0,000) dan riwayat diare (p value 0,002) dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kembali sarana air bersih, sarana pengelolaan sampah, sarana jamban, dan sarana pembuangan air limbah yang digunakan agar sesuai anjuran pemerintah dalam STBM.

Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Stunting, Balita

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: user1 user1 user1
Date Deposited: 14 Jan 2026 06:08
Last Modified: 14 Jan 2026 06:08
URI: https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4058

Actions (login required)

View Item
View Item