SARAH, NIDA NURAIMAN (2024) DAYA HAMBAT CAMPURAN EKSTRAK AKAR PUTRI MALU DAN DAUN PEPAYA SEBAGAI FUNGISIDA NABATI TERHADAP Colletotrichum sp PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI RAWIT SECARA IN-VITRO. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (88kB)
2. PERNYATAAN.pdf
Download (71kB)
3. ABSTRAK.pdf
Download (11kB)
4. PENGESAHAN.pdf
Download (66kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (74kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (106kB)
7. BAB I.pdf
Download (18kB)
8. BAB II.pdf
Download (550kB)
9. BAB III.pdf
Download (279kB)
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (320kB)
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (93kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (421kB)
14. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (18kB)
Abstract
DAYA HAMBAT CAMPURAN EKSTRAK AKAR PUTRI MALU DAN DAUN PEPAYA SEBAGAI FUNGISIDA NABATI TERHADAP Colletotrichum sp PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI RAWIT SECARA IN-VITRO Oleh: Nida Nuraiman Sarah 175001046 Dosen Pembimbing: Suhardjadinata Elya Hartini ABSTRAK Cabai merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk dunia termasuk Indonesia. Kebutuhan cabai di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang menggunakan bahan baku cabai. Salah satu kendala dam budidaya cabai adalah ada serangan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum sp, akibat dari serangan penyakit tersebut dapat menurunkan produktivitas tanaman cabai baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Salah satu upaya penanggulangan yang ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan ekstrak akar putri malu dan daun pepaya sebagai fungisida nabati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam menghambat pertumbuan cendawan Colletotrichum sp. secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan ekstrak daun pepaya dan akar putri malu yaitu 0%, 30%, 40%, 50%, dan 70% dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak paling efektif yaitu konsenstrasi 70%. Namun pada perlakuan mulai 30% hingga 50% pun sudah berpengaruh nyata dibandingkan dengan kontrol.
Kata kunci : Cabai rawit, Colletotrichum sp., Ekstrak daun pepaya, Ekstrak akar putri malu
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 07:10 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 07:10 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/3886 |
