Pratama, Adam Dewo (2024) PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID TENTANG SEKULARISME DAN LIBERALISME SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Syarat Ujian guna Memperoleh Gelar Sarjana pada Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Siliwangi. Other thesis, Universitas Siliwangi.
001.Cover.pdf
Download (30kB)
002.lembar pengesahan.pdf
Download (308kB)
003.pernyataan keaslian skripsi.pdf
Download (163kB)
004.kata pengantar.pdf
Download (109kB)
005.abstrak.pdf
Download (165kB)
006.abstract.pdf
Download (38kB)
007.daftar isi.pdf
Download (119kB)
008.bab i.pdf
Download (712kB)
009.bab ii.pdf
Download (481kB)
010.bab iii.pdf
Download (195kB)
011.bab iv.pdf
Download (983kB)
012.bab v.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
014.daftar pustaka.pdf
Download (298kB)
Abstract
Perdebatan panjang golongan umat Islam dalam merespon ide pembangunan (modernisasi) yang digagas pemerintahan Orde Baru menyebabkan perkembangan pemikiran pada era 1970 menjadi stagnan. Nurcholish Madjid yang memberikan stimulus berupa upaya menyegarkan kembali pemikiran umat Islam dengan membawa ide sekular dan liberal kedalam komunitas muslim. Menurutnya, Sekularisasi dan liberalisasi merupakan upaya untuk mengatasi kejumudan umat Islam. Adapun pangkal pemahaman dari sekularisasi ini adalah pandangan bahwa tidak ada kaitannya antara agama dan negara (Raziq, 1925: 67). Selain itu, liberalisme juga berupaya membebaskan umat Islam dari belenggu kepercayaan yang tidak benar. Menurut Binder, didalam tradisi Islam, keterbukaan atas tafsir kitab suci tidak boleh dikatakan final (Binder, 2001: 153). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) tentang pemikiran Islam yang digagas oleh Nurcholish Madjid dengan judul “Pemikiran Nurcholish Madjid Tentang Sekularisme dan Liberalisme”. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif analisis guna mendalami pemikira Nurcholish Madjid dan dianalisis melalui kerangka genealogi pemikiran Islam, sekularisme dan liberalisme yang berkembang di Indonesia. Penelitian ini juga berupaya untuk melihat dinamika, transformasi, dan diskontinuitas dalam gerak perkembangan politik Islam di Indonesia. Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sekularisasi atau desakralisasi berbeda dengan konsep sekularisme. Terjadi distorsi makna karena sekularisme merupakan faham tertutup mengenai pemisahan total antara agama dan kehidupan politik atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai paham anti agama, sedangkan sekularisasi merupakan liberating development atau pembebasan karena umat Islam tidak mampu membedakan nilai profan dan transenden. Dalam kaitanya dengan realitaS di Indonesia, agama dan negara saling mempengaruhi dalam sistem hukum dan politik. Sehingga hubungan antara agama dan negara di Indonesia merupakan hubungan yang saling bersinggungan (intersectional). Pada sisi yang lain, Nurcholish Madjid membaca bahwa sumber-sumber ortodoks Islam mengenai posisi-posisi liberal manusia bukan merupakan kehendak manusia itu sendiri, melainkan sudah menjadi perintah Tuhan (sunnatullah). Penghargaan atas pluralitas itulah yang akan membawa pada harmonisasi . dengan demikian, liberal tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dalam menafsirkan Islam sesuka hatinya, melainkan upaya mengahadirkan kembali pemikiran, pemahaman, pendapat, gagasan, yang dihasilkan para pendahulu untuk dikonetekstualisasikan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Kata Kunci: Sekularisme, liberalisme.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 06:19 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 06:19 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/3589 |
