TORUAN, MAKDA LUMBAN (2025) ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA MELON HIDROPONIK. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (210kB)
2 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (263kB)
3 ABSTRAK.pdf
Download (189kB)
4 BEBAS PLAGIAT.pdf
Download (400kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (284kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (242kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (190kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (181kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (186kB)
10 BAB I.pdf
Download (336kB)
11 BAB II.pdf
Download (428kB)
12 BAB III.pdf
Download (384kB)
13 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (335kB)
14 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
15 BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (187kB)
16 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (311kB)
17 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (577kB)
Abstract
Budidaya melon hidroponik membutuhkan biaya modal yang cukup besar pada
awal pendirian usaha. Oleh karena itu, diperlukan analisis kelayakan finansial
untuk memastikan bahwa usaha ini layak dijalankan dan tidak menimbulkan
kerugian bagi petani. Studi ini bertujuan untuk menganalisis biaya investasi dan
operasional, kelayakan finansial, serta sensitivitas usaha budidaya melon
hidroponik pada Kelompok Tani Melon Hidroponik. Metode yang digunakan
adalah studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui
kuisioner kepada anggota kelompok tani, data primer adalah kombinasi data
aktual selama 7 siklus dan data proyeksi di 8 siklus selanjutnya. Analisis
kelayakan finansial dilakukan menggunakan metode Net Present Value (NPV),
Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback
Period (PP). Analisis sensitivitas dilakukan terhadap kenaikan biaya benih melon
sebesar 0,78% pada siklus ke-8 hingga ke-15. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa total biaya investasi sebesar Rp86.098.039 dan biaya operasional selama
lima tahun mencapai Rp152.300.732. Hasil analisis menunjukkan usaha layak
secara finansial dengan nilai NPV sebesar Rp34.168.976, Net B/C sebesar 1,16,
IRR sebesar 20,92%, dan PP selama 3 tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan
bahwa usaha tetap layak meskipun terjadi kenaikan biaya benih, nilai NPV
sebesar Rp33.706.236, Net B/C sebesar 1,16, IRR sebesar 20,83%, dan PP selama
3 tahun. Dengan demikian, budidaya melon hidroponik memiliki prospek sebagai
alternatif agribisnis yang menjanjikan jika dikelola secara efisien dan
berkelanjutan.
Kata Kunci : Melon Hidroponik, Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | irma sri katon |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 08:42 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 08:42 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1764 |
