MUSHARYATI, SYOFIQOH AURELLIA (2025) HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2025. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (158kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (169kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (203kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (206kB)
5. HALAMAN PERNYATAAN.pdf
Download (174kB)
6. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Download (148kB)
7, DAFTAR ISI.pdf
Download (289kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (228kB)
9. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (263kB)
10. BAB I.pdf
Download (260kB)
11. BAB II.pdf
Download (384kB)
12. BAB III.pdf
Download (384kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (372kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (260kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (245kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (218kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Tuberkulosis (TB) termasuk dalam sepuluh penyebab kematian utama di dunia dan menjadi masalah kesehatan global. Puskesmas Mangkubumi tercatat sebagai wilayah dengan kasus TB terbanyak ketiga di Kota Tasikmalaya, dengan tren fluktuatif dari tahun 2022-2024. Kondisi lingkungan rumah yang tidak sehat menjadi faktor risiko penting dalam kejadian TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional analitik dan desain case control. Variabel bebas yaitu rasio ventilasi, kepadatan hunian, kelembapan, dan intensitas pencahayaan alami serta variabel terikat yaitu kejadian TB. Sampel pada kelompok kasus 50 orang dan kontrol 100 orang. Teknik pengambilan sampel kelompok kasus menggunakan metode total sampling dan kelompok kontrol menggunakan purpossive sampling. Teknik pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi untuk fungsi ventilasi, rollmeter untuk kepadatan hunian serta rasio ventilasi, luxmeter untuk pencahayaan alami, dan thermohygrometer untuk kelembapan serta suhu. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji chi square pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menujukkan ada hubungan yang signifikan antara rasio ventilasi (OR = 3,058), kepadatan hunian (OR = 2,953), kelembapan (OR = 3,692), dan intensitas pencahayaan alami (OR = 6,729) dengan kejadian TB. Masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan aspek kondisi lingkungan fisik rumah, khususnya pencahayaan alami dengan menambahkan genting kaca, mengoptimalkan kelembapan rumah dengan membuka jendela dan pintu, serta membuat ruangan semi terbuka.
Kata kunci :Tuberkulosis, rasio ventilasi, kepadatan hunian, kelembapan, intensitas pencahayaan alami
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 08:47 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 08:47 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1763 |
