FITRIANI, DEVINA SARI (2025) ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (49kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN .pdf
Download (261kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN .pdf
Download (428kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (8kB)
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Download (16kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (51kB)
7. HALAMAN PERNYATAAN .pdf
Download (340kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (62kB)
9. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (14kB)
10. BAB I.pdf
Download (97kB)
11. BAB II.pdf
Download (282kB)
12. BAB III.pdf
Download (57kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (517kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (18kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (151kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Perencanaan dan pengadaan obat merupakan proses penting yang mempengaruhi ketersediaan obat di rumah sakit. Ketersediaan obat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya semakin menurun dalam tiga tahun terakhir yang menyebabkan tingginya resep yang keluar dari RS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perencanaan dan pengadaan obat. Variabel yang diteliti adalah unsur masukan sumber daya manusia, anggaran, standard operating procedure, formularium RS, proses perencanaan, proses pengadaan dan ketersediaan obat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Informan penelitian ini sebanyak lima orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari kepala Instalasi Farmasi, staf perencanaan obat, pejabat pengadaan, staf farmasi bagian keuangan, dan koordinator gudang farmasi RSUD dr. Soekardjo. Hasil penelitian pada unsur masukan, SDM telah cukup dan sesuai kompetensinya, anggaran tidak cukup karena terdapat utang tahun sebelumnya, SOP telah ada dan diimplementasikan dengan baik, dan formularium RS telah sesuai peraturan. Proses perencanaan menggunakan metode konsumsi dan telah dilakukan analisis kombinasi ABC-VEN. Proses pengadaan dengan pembelian secara e-purchasing, pembelian manual, produksi dan terdapat obat hibah. Unsur keluaran, ketersediaan obat menurun, pada tahun 2024 hanya 88,74% yang menyebabkan kekosongan obat. Penyebab utama kekosongan obat karena kekurangan anggaran. Upaya untuk mengatasi kekosongan obat yaitu kerja sama dengan apotek luar dan reimburse. Dampaknya, RS tidak mendapat peluang keuntungan dan kerugian karena biaya yang dikeluarkan lebih besar dari perencanaan. Saran bagi RSUD dr. Soekardjo dalam melaksanakan evaluasi mengenai skema pembayaran obat dan memaksimalkan fleksibilitas BLUD dengan menggali potensi pelayanan untuk menambah pendapatan.
Kata Kunci: Obat, Perencanaan, Pengadaan, Rumah Sakit, Kekosongan Obat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 07:50 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 07:50 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1751 |
