TURFAH, SALMA WAISYA (2025) PENURUNAN KADAR COD PADA AIR LINDI DENGAN METODE CONSTRUCTED WETLAND MENGGUNAKAN TANAMAN MELATI AIR (Echinodorus palaefolius) DI TPA PASIR BAJING (Studi Kasus di Kabupaten Garut). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (344kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (171kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN .pdf
Download (758kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (332kB)
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (449kB)
7. PERNYATAAN .pdf
Download (283kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (317kB)
9. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (429kB)
10. BAB I.pdf
Download (358kB)
11. BAB II.pdf
Download (673kB)
12. BAB III.pdf
Download (596kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (454kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (455kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (334kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (360kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (988kB)
Abstract
Air limbah lindi di perairan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penumpukan sampah tanpa perlakuan khusus berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan menjadi sumber penyakit. Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, konsentrasi polutan tertinggi yaitu kadar COD sebesar 534 mg/L. Salah satu alternatif untuk menurunkan kadar polutan air lindi yaitu metode constructed wetland dengan tanaman melati air (Echinodorus palaefolius). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan kadar COD pada air lindi dengan metode constructed wetland menggunakan tanaman melati air pada variasi waktu tinggal di TPA Pasir Bajing. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan variabel bebas yaitu constructed wetland dengan tanaman melati air pada variasi waktu tinggal 4 dan 5 hari, sedangkan variabel terikat adalah nilai COD. Populasi penelitian yaitu air lindi di kolam outlet dengan sampel sebanyak 27 yang terdiri dari 9 replikasi. Instrumen penelitian meliputi spektrofotometer, pH meter, dan termometer. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial, meliputi uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan kadar COD setelah perlakuan constructed wetland pada variasi waktu tinggal, uji one way anova untuk mengetahui pengaruh metode constructed wetland terhadap penurunan kadar COD, serta uji post-hoc games-howell untuk mengetahui perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar COD tertinggi terjadi pada waktu tinggal 5 hari dengan selisih penurunan sebesar 443,31 mg/L. Sedangkan penurunan terendah terjadi pada waktu tinggal 4 hari dengan selisih penurunan sebesar 380,07 mg/L. Perlakuan constructed wetland berpengaruh signifikan (p < 0,05) dalam menurunkan kadar COD, dengan perbedaan signifikan antar kelompok. Waktu tinggal yang paling efektif untuk menurunkan kadar COD adalah pada hari ke-5 dengan efisiensi penyisihan mencapai 77,2%. Disarankan menggunakan waktu tinggal 5 hari dengan mempertimbangkan parameter yang berbeda seperti BOD dan TSS.
Kata Kunci: constructed wetland, melati air (Echinodorus palaefolius), COD
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 07:43 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 07:43 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1750 |
