HASANATUNNISA, SAHLA SANIA (2025) PENGARUH PERLAKUAN PRIMING DAN CEKAMAN ALUMINIUM TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merril). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (191kB)
2 BEBAS PLAGIAT.pdf
Download (105kB)
3 ABSTRAK.pdf
Download (236kB)
4 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (91kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (158kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (216kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (222kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (155kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (159kB)
10 BAB I.pdf
Download (257kB)
11 BAB II.pdf
Download (336kB)
12 BAB III.pdf
Download (372kB)
13 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (353kB)
14 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (164kB)
16 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (820kB)
Abstract
Kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan salah satu pangan fungsional yang
penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat, namun terjadi
hambatan produksi kedelai akibat permasalahan yang muncul pada tanaman kedelai
dibawah kondisi lahan sub optimal khususnya lahan masam yang dapat menimbulkan
cekaman aluminium. Metode priming menjadi salah satu upaya untuk mencapai aspek
penggunaan benih berkualitas karena dapat meningkatkan viabilitas benih. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara perlakuan priming dan
cekaman aluminium terhadap viabilitas benih kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan Januari 2025 di Laboratorium Produksi Fakultas Pertanian Universitas
Siliwangi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial
dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah priming menggunakan empat jenis larutan,
yaitu akuades, KNO3, PEG6000, dan GA3 dan faktor kedua adalah adalah cekaman
aluminium yang terdiri dari empat taraf yaitu 0, 121, 242, dan 363ppm. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi pada daya berkecambah dan indeks
vigor, tetapi tidak terjadi interaksi pada kecepatan berkecambah, panjang radikula,
panjang kecambah, dan bobot kering kecambah. Pada parameter daya berkecambah
dan indeks vigor, hasil priming berbeda tergantung pada taraf cekaman aluminium.
Priming menggunakan PEG6000 dan GA3 berpotensi untuk digunakan dalam mengatasi
cekaman aluminium pada tanaman kedelai, dan kondisi cekaman aluminium taraf 242
ppm masih berada pada batas yang dapat ditoleransi oleh priming menggunakan GA3.
Kata kunci: Cekaman Aluminium, Priming, Perkecambahan, Kedelai
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | irma sri katon |
| Date Deposited: | 26 Nov 2025 04:12 |
| Last Modified: | 26 Nov 2025 04:12 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1675 |
