Shalsabila, Hilma (2025) PELESTARIAN ALAT MUSIK TRADISIONAL KARINDING DI KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 1965-2010. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1.Cover.pdf
Download (42kB)
2.Lembar pengesahan.pdf
Download (234kB)
3.Lembar penguji.pdf
Download (200kB)
4.Lembar pernyataan.pdf
Download (270kB)
5.Halaman pribadi.pdf
Download (94kB)
6.Abstrak.pdf
Download (39kB)
7.Kata pengantar.pdf
Download (294kB)
8.Ucapan trimakasih.pdf
Download (102kB)
9.Daftar isi.pdf
Download (43kB)
10.Bab 1.pdf
Download (246kB)
11.BAb 2.pdf
Download (150kB)
12.BAb 3.pdf
Download (129kB)
13.Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (69kB)
14.BAb 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (40kB)
15.Daftar pustaka.pdf
Download (112kB)
16.lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (714kB)
17.Riwayat hidup.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (35kB)
Abstract
Karinding Cineam merupakan salah satu alat musik tradisional yang terbuat dari
bahan dasar kawung atau pelepah aren. Alat musik ini mengalami transformasi
fungsi dari waktu ke waktu, mulai dari alat pengusir hama, sarana penghibur diri,
media pemikat perempuan, hingga menjadi alat musik pengiring hiburan
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui sejarah awal dan
gambaran umum adanya karinding di Kecamatan Cineam, Kabupaten
Tasikmalaya; Mengkaji pelestarian alat musik tradisional Karinding di Kecamatan
Cineam melalui aktivitas komunitas seni tahun 1965-2010; Menganalisis dampak
pelestarian alat musik tradisional Karinding terhadap identitas budaya dan
interaksi sosial masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode historis, dengan tahapan meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan
historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,
dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Keberadaan Karinding
Cineam berawal dari seorang pengungsi asal daerah Pangandaran yang membawa
alat musik ini ke wilayah Cineam. Awalnya Karinding dimainkan sebagai sarana
penghibur diri, diperkuat oleh cerita rakyat setempat tentang kisah Kalamanda
yang berhasil memikat hati Sekarwati melalui suara Karinding, sehingga alat
musik ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Cineam; Pelestarian Karinding
di Cineam didukung oleh dua kelompok seni, yaitu Sekar Komara Sunda dan
Saung Seni Awi Hideung, yang masing-masing mengembangkan Karinding
melalui pendekatan berbeda, terutama lewat kolaborasi dengan seni tradisional
lainnya; Pelestarian Karinding berdampak terhadap penguatan identitas budaya
masyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai seperti kesadaran,
kesabaran, dan keyakinan, serta mendorong terjalinnya interaksi sosial antara para
pemain Karinding, masyarakat, dan lembaga pemerintah melalui kegiatan seni.
Kata Kunci: Alat Musik Tradisional, Karinding Cineam, Sekar Komara Sunda
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | D History General and Old World > DS Asia L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | irma sri katon |
| Date Deposited: | 25 Nov 2025 07:18 |
| Last Modified: | 25 Nov 2025 07:18 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1635 |
