WIDHI, APRIL DA (2025) PENGARUH KETIMPANGAN GENDER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2012-2022. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1_Cover.pdf
Download (27kB)
2_Lembar Pengesahan.pdf
Download (165kB)
3_Lembar Pernyataan.pdf
Download (94kB)
4_Abstrak.pdf
Download (186kB)
5_Abstract.pdf
Download (186kB)
6_Kata Pengantar.pdf
Download (188kB)
7_Daftar Isi.pdf
Download (316kB)
8_Daftar Tabel.pdf
Download (186kB)
9_Daftar Gambar.pdf
Download (184kB)
10_Bab I.pdf
Download (540kB)
11_Bab II.pdf
Download (344kB)
12_Bab III.pdf
Download (329kB)
13_Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (546kB)
14_Bab V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
15_Daftar Pustaka.pdf
Download (434kB)
16_Lampiran-lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (713kB)
Abstract
Ketimpangan gender merupakan isu global yang memengaruhi berbagai
aspek kehidupan, termasuk pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini,
ketimpangan gender seringkali menghambat optimalisasi sumber daya manusia.
Provinsi DKI Jakarta yang merupakan pusat ekonomi nasional memberikan
contoh menarik terkait dinamika hubungan antara ketimpangan gender dan
pertumbuhan ekonomi. Data menunjukkan bahwa meskipun Indeks Ketimpangan
Gender (IKG) menurun pada 2020, ekonomi justru terkontraksi -2,36%.
Sebaliknya, saat IKG meningkat pada 2022, pertumbuhan ekonomi naik menjadi
5,26%. Hal ini menunjukkan hubungan yang tidak selalu linier antara keduanya.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketimpangan gender dan
pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta dengan menggunakan data tahun
2012-2022. Rentang waktu satu dekade dipilih untuk menangkap dinamika
panjang, dengan fokus khusus pada tahun 2020 dan 2022 karena potensi anomali
akibat pandemi COVID-19. Teori pertumbuhan endogen dan teori human capital
menjadi dasar analisis dengan menempatkan kesetaraan gender sebagai faktor
krusial dalam peningkatan kualitas modal manusia. Metode kuantitatif dengan
paradigma positivistik digunakan untuk menganalisis data sekunder dari BPS.
Ketimpangan gender diukur menggunakan Indeks Pembangunan Gender (IPG),
sedangkan pertumbuhan ekonomi diukur menggunakan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. Analisis regresi linier sederhana
menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara IPG dan pertumbuhan ekonomi
(p = 0,011 < 0,05) dengan R2 sebesar 0,526. Artinya, peningkatan IPG (yang
mencerminkan menurunnya ketimpangan gender) berkontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta.
Kata Kunci: DKI Jakarta, ketimpangan gender, pertumbuhan ekonomi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | irma sri katon |
| Date Deposited: | 21 Nov 2025 02:35 |
| Last Modified: | 21 Nov 2025 02:35 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1491 |
