Wahidah, Wanda Arfin (2025) TANTANGAN PEMENUHAN KUOTA TIGA PULUH PERSEN CALEG PEREMPUAN DALAM PEMILU 2024 DI DPRD KOTA TASIKMALAYA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
Cover.pdf
Download (61kB)
Lembar Pengesahan.pdf
Download (207kB)
Lermbar Pernyataan.pdf
Download (166kB)
Abstract.pdf
Download (23kB)
Abstrak.pdf
Download (24kB)
Kata Pengantar.pdf
Download (115kB)
Daftar Isi.pdf
Download (25kB)
Daftar Tabel.pdf
Download (22kB)
Daftar Gambar.pdf
Download (21kB)
Bab I.pdf
Download (172kB)
Bab II.pdf
Download (195kB)
Bab III.pdf
Download (142kB)
bab iv.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
Bab V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (25kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (115kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (495kB)
Abstract
Masalah keterwakilan perempuan dalam perpolitikan di Indonesia memang
menjadi wacana yang penting dan mendalam di tahun 2024 saat ini. Keterwakilan
politik perempuan mengacu pada sejauh mana perempuan terwakili di lembaga-
lembaga perwakilan seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tujuan yang
hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
Tantangan Pemenuhan Kuota Tiga Puluh Persen Caleg Perempuan Dalam Pemilu
2024 di DPRD Kota Tasikmalaya. Teori yang digunakan adalah Affirmative
action yang merupakan tindakan khusus yang merupakan semacam pemaksaan
untuk pemerataan dalam suatu kelompok yang mengalami diskriminasi.
Selanjutnya placement candidate perempuan pada nomor-nomor tertentu atau
pada daerah-daerah pemilihan tertentu menjadi sesuatu yang penting untuk
meningkatan peluang keterpilihan caleg perempuan tersebut. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini menggunakan
5 orang informan yang terdiri dari kader politik perempuan melalui purposive
sampling, perwakilan Parpol dan KPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Tantangan Pemenuhan Kuota Tiga Puluh Persen Caleg Perempuan adalah 1)
Tantangan internal termasuk lingkungan keluarga, 2) Tantangan Eksternal
termasuk Pandangan masyarakat terhadap peran perempuan dalam politik sering
kali masih dipengaruhi oleh stereotip dan prasangka bahwa perempuan kurang
mampu memimpin dibandingkan laki-laki. Kebijakan afirmatif terkait kuota 30%
perempuan belum didukung secara maksimal oleh regulasi yang memastikan
implementasi yang lebih efektif. Budaya patriarki yang mendominasi banyak
aspek kehidupan masyarakat Tasikmalaya.
Kata Kunci: Tantangan Pemenuhan Kuota Tiga Puluh Persen, Caleg Perempuan
Dalam Pemilu
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JC Political theory |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | irma sri katon |
| Date Deposited: | 14 Nov 2025 02:07 |
| Last Modified: | 14 Nov 2025 02:12 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1237 |
