PUTRI, RESA SOHIB (2025) ANALISIS IN SILICO DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI KANDIDAT ANTIHIPERTENSI UNTUK SUMBER BELAJAR BIOLOGI. Other thesis, Universitas Siliwangi.
01. Cover.pdf
Download (48kB)
02. Lembar Pengesahan.pdf
Download (284kB)
03. Pernyataan Keaslian.pdf
Download (301kB)
04. Abstrak.pdf
Download (29kB)
05. Abstract.pdf
Download (28kB)
06. Kata pengantar.pdf
Download (73kB)
07. Ucapan Terima kasih.pdf
Download (30kB)
08. Daftar Isi.pdf
Download (113kB)
09. Daftar Tabel.pdf
Download (28kB)
10. Daftar Gambar.pdf
Download (31kB)
11. Daftar Lampiran.pdf
Download (26kB)
12. BAB I.pdf
Download (122kB)
13. BAB II.pdf
Download (534kB)
14. BAB III.pdf
Download (933kB)
15. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (32kB)
17. Daftar Pustaka.pdf
Download (209kB)
18. Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
19. Daftar Riwayat Hidup.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (41kB)
Abstract
Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan tumbuhan yang memiliki berbagai manfaat dan sudah banyak dimanfaatkan sebagai obat dengan cara direbus atau direndam dalam air. Air hasil rebusan daun kersen dipercaya oleh masyarakat sebagai salah satu obat herbal antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis in silico daun kersen (Muntingia calabura L.) sebagai kandidat antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif secara in silico dengan memanfaatkan data kuantitatif hasil molecular docking sebagai dasar penelitiannya. Daun merupakan organ yang mengandung senyawa flavonoid dengan jumlah yang tinggi pada tumbuhan kersen. Hasil analisis literatur menunjukkan daun kersen mengandung senyawa metabolit sekunder di antaranya adalah senyawa golongan flavonoid yang berpotensi sebagai antihipertensi yaitu kaempferol-3-o-galactoside (Trifolin), myricetin, quercetin-3-o-galactoside (Hyperoside), kaempferol-3-O-glucoside (Astragalin), quercetin-3-o-glucuronide (Querciturone), quercetin, quercetin dimer, rhamnetin, pinobaksin, pinocembrin, kaempferol, dan genistein. Senyawa tersebut dianalisis secara in silico sebagai senyawa uji dengan ligan kontrol lisinopril dan reseptor Angiotensin Converting Enzyme (ACE) (PDB ID: 1O86). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua senyawa uji memiliki afinitas ikatan dengan ACE, hampir semua senyawa uji memiliki binding affinity yang lebih baik daripada lisinopril dimana lisinopril memiliki binding affinity -7.8 kkal/mol. Binding affinity terbaik ditunjukkan oleh senyawa quercetin dimer yaitu -12.0 kkal/mol, namun quercetin dimer tidak memenuhi beberapa indikator untuk dijadikan sebagai obat. Senyawa yang paling berpotensi sebagai antihipertensi dalam daun kersen adalah kaempferol dan quercetin, karena keduanya memiliki binding affinity yang lebih rendah dari ligan kontrol, kesamaan ikatan molekuler dan kompleksitas ikatan yang lebih baik daripada ligan kontrol, memenuhi aturan Lipinski Rule of Five, dapat diserap dengan baik oleh tubuh, dan memiliki tingkat toksisitas yang relatif rendah.
Kata Kunci: Antihipertensi; Daun Kersen; Flavonoid; Reseptor ACE.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > QR Microbiology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | dewi dewi dewi |
| Date Deposited: | 13 Nov 2025 03:35 |
| Last Modified: | 13 Nov 2025 03:35 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1209 |
