ETNOBOTANI PEMANFAATAN REMPAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUNDA DI KELURAHAN GUNUNGGEDE KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR

NADIYAWATI, SAMBUNG (2023) ETNOBOTANI PEMANFAATAN REMPAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUNDA DI KELURAHAN GUNUNGGEDE KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR. Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (42kB)
[img] Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (140kB)
[img] Text
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (258kB)
[img] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (11kB)
[img] Text
5. KATA PENGANTAR-DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (166kB)
[img] Text
6. BAB 1.pdf

Download (97kB)
[img] Text
7. BAB 2.pdf

Download (765kB)
[img] Text
8. BAB 3.pdf

Download (677kB)
[img] Text
9. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
10. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7kB)
[img] Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (87kB)
[img] Text
12. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Rempah erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Terutama masyarakat lokal. Namun, selama ini belum banyak didokumentasikan untuk kepentingan khalayak luas. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kajian etnobotani pemanfaatan rempah-rempah berbasis kearifan lokal pada masyarakat Sunda di Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara secara semi terstruktur. Pemilihan responden dengan metode purposive snowball sampling dan didapatkan jumlah responden sebanyak 20. Hasil penelitian didapatkan 31 jenis tanaman yang termasuk ke dalam 16 familia. Zingiberaceae merupakan familia yang paling banyak ditemukan dengan jumlah sebanyak 6 spesies. Hasil analisis menggunakan index cultural significance (ICS). Dari hasil analisis ini didapatkan bahwa nilai Index Cultural Significance (ICS) paling tinggi yaitu 30 pada tanaman bawang merah (Allium cepa) dan bawang putih (Allium sativum) yang paling rendah 9 pada tanaman cabai bendol (Capsicum pubescens). Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa spesies tumbuhan dengan nilai ICS yang tinggi merupakan spesies yang paling sering digunakan serta tidak dapat tergantikan fungsinya dalam pengolahan hidangan masakan. Kata kunci: Etnobotani, Kearifan lokal, Rempah

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Rema Puri Irma Sri Katon
Date Deposited: 14 Jul 2023 03:36
Last Modified: 14 Jul 2023 03:36
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/9829

Actions (login required)

View Item View Item