Raihan, Muhammad Alfa (2026) PERAN LEMBAGA BURSA EFEK JAKARTA DALAM PASAR MODAL INDONESIA TAHUN 1977-2000. Other thesis, Universitas siliwangi.
01. COVER.pdf
Download (29kB)
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (99kB)
03. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (79kB)
04. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (74kB)
05. ABSTRAK.pdf
Download (70kB)
06. ABSTRACT.pdf
Download (70kB)
07. KATA PENGANTAR.pdf
Download (120kB)
08. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (132kB)
09. DAFTAR ISI.pdf
Download (166kB)
10. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (25kB)
11. DAFTAR TABEL.pdf
Download (25kB)
12. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (72kB)
13. BAB 1.pdf
Download (185kB)
14. BAB 2.pdf
Download (195kB)
15. BAB 3.pdf
Download (233kB)
16. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (245kB)
17. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (75kB)
18. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan awal Bursa Efek
Jakarta periode 1977-1992, menjelaskan transformasi kelembagaan Bursa Efek
Jakarta periode 1992-1997, serta menganalisis peran Bursa Efek Jakarta dalam
menjaga ketahanan pasar modal Indonesia pada masa krisis moneter 1997–2000.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik
sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada
periode 1977-1992, Bursa Efek Jakarta mengalami fase stagnasi yang disebut
"periode tidur panjang" dengan hanya 24 emiten hingga tahun 1987, kemudian
bangkit setelah pemerintah menerapkan paket deregulasi (Pakdes 87, Pakto 88,
Pakdes 88) yang berhasil meningkatkan jumlah emiten menjadi 145 perusahaan
pada tahun 1991 dan melonjakkan IHSG dari 82 poin menjadi 507 poin. Pada
periode 1992-1997, terjadi transformasi kelembagaan melalui privatisasi Bursa
Efek Jakarta menjadi PT Bursa Efek Jakarta pada 13 Juli 1992 serta modernisasi
sistem perdagangan melalui Jakarta Automated Trading System (JATS) pada tahun
1995, yang berdampak pada peningkatan volume perdagangan dari 5,2 miliar
saham (1994) menjadi 75,5 miliar saham (1997) dan jumlah emiten mencapai 282
perusahaan. Pada periode 1997-2000, krisis moneter menyebabkan IHSG jatuh dari
puncak 740 poin menjadi 256 poin, namun Bursa Efek Jakarta merespon dengan
menerapkan mekanisme auto rejection dan trading halt yang dibantu koordinasi
dengan pemerintah, Bapepam, dan Bank Indonesia sehingga IHSG berhasil pulih
hingga 716 poin pada tahun 1999. Penulis menyimpulkan bahwa Bursa Efek Jakarta
telah bertransformasi dari lembaga yang dikelola pemerintah menjadi entitas swasta
profesional serta berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasar modal pada masa
krisis.
Kata Kunci: Bursa Efek Jakarta, deregulasi, krisis moneter 1997, privatisasi,
transformasi kelembagaan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LA History of education |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:40 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:40 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/8050 |
