KHOERUNNISA, ULFA (2026) OPTIMASI CURVE NUMBER DAN SOIL EVAPORATION COMPENSATION FACTOR PADA MODEL HIDROLOGI MENGGUNAKAN SWAT DI DAS CIWULAN. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (219kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (110kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (71kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (272kB)
5. KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (322kB)
6. BAB 1.pdf
Download (241kB)
7. BAB 2.pdf
Download (685kB)
8. BAB 3.pdf
Download (1MB)
9. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
10. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (279kB)
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (187kB)
12. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pengelolaan sumber daya air di wilayah tropis seperti Indonesia dihadapkan pada tantangan variabilitas iklim dan kompleksitas karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS). Studi simulasi model hidrologi yang komprehensif di DAS Ciwulan saat ini masih sangat terbatas, di mana penelitian terdahulu menggunakan model HEC HMS menghasilkan akurasi yang kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik DAS Ciwulan, menganalisis debit aliran sungai menggunakan model terdistribusi Soil and Water Assessment Tool (SWAT), serta melakukan optimasi parameter Curve Number (CN2) dan Soil Evaporation and Compensation Factor (ESCO) menggunakan SWAT-CUP. Hasil analisis menunjukkan karakteristik fisik wilayah studi didominasi oleh hutan lahan kering sekunder dan hutan tanaman, jenis tanah Andosol, serta kelas kelerengan yang curam hingga sangat curam. Pemodelan hidrologi awal menggunakan SWAT merefleksikan tren debit simulasi yang tidak memuaskan terhadap debit terukur dengan nilai NSE −0,689 dan PBIAS −36,033. Meskipun telah melalui proses kalibrasi dan optimasi parameter CN2 dan ESCO menggunakan SWAT-CUP, akurasi model tetap tidak memuaskan dengan nilai NSE −0,017 dan PBIAS −29,381. Rendahnya peningkatan akurasi ini mengindikasikan beberapa kendala fisik, seperti minimnya persebaran pos penakar curah hujan di dalam DAS, potensi adanya galat pada pencatatan debit terukur di lapangan, serta kompleksitas hidrologi lokal wilayah tropis yang belum sepenuhnya terakomodasi model. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan basis data karakteristik awal dan referensi metodologi optimasi SWAT bagi pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif di DAS Ciwulan.
Kata Kunci: DAS Ciwulan Hulu, Pemodelan Hidrologi, SWAT, SWAT-CUP
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 06:12 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 06:12 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7979 |
