FAROJI, M. RAFLI AL (2026) ANALISIS VARIASI TEBAL TANAH LUNAK TERHADAP NEGATIVE SKIN FRICTION FONDASI TIANG PANCANG MENGGUNAKAN METODE ANALITIK DAN METODE ELEMEN HINGGA. Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (202kB)
2 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (386kB)
3 LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (269kB)
4 ABSTRAK.pdf
Download (259kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (183kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (198kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (199kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (195kB)
9 BAB 1.pdf
Download (221kB)
10 BAB 2.pdf
Download (616kB)
11 BAB 3.pdf
Download (746kB)
12 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
13 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
14 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (173kB)
15 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Fondasi tiang pancang yang dibangun pada tanah lunak berpotensi mengalami negative skin friction (NSF) akibat terjadinya penurunan tanah yang lebih besar dibandingkan penurunan tiang. Kondisi tersebut menyebabkan timbulnya gaya gesek negatif pada selimut tiang yang bekerja sebagai beban tambahan aksial (dragload), sehingga dapat mengurangi kapasitas daya dukung efektif fondasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi ketebalan tanah lunak terhadap besarnya NSF, posisi titik netral (neutral plane), dan kapasitas daya dukung aksial tiang pancang. Analisis dilakukan berdasarkan data investigasi tanah dari beberapa titik bor dengan ketebalan lapisan tanah lunak berkisar antara 11 m hingga 15 m. Pendekatan yang digunakan meliputi metode analitik dan metode elemen hingga. Metode analitik digunakan untuk memperkirakan nilai NSF, kedalaman titik netral, dan kapasitas daya dukung berdasarkan formulasi teoritis, sedangkan metode elemen hingga digunakan untuk mensimulasikan perilaku tanah dan interaksi tanah–tiang dengan mempertimbangkan pengaruh deformasi, distribusi tegangan, serta proses konsolidasi tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan lapisan tanah lunak cenderung meningkatkan besarnya penurunan titik netral, sehingga nilai NSF yang bekerja pada tiang juga mengalami peningkatan. Konsekuensinya, kapasitas daya dukung efektif fondasi mengalami penurunan. Selain itu, kedalaman titik netral yang diperoleh dari metode elemen hingga berada pada kisaran 1,23–1,32 kali panjang lapisan tanah yang mengalami konsolidasi (Lc), lebih dalam dibandingkan hasil metode analitik yang menggunakan pendekatan 0,75Lc. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa analisis numerik mampu menggambarkan mekanisme interaksi tanah–tiang secara lebih rinci sehingga memberikan hasil yang lebih representatif terhadap kondisi lapangan.
Kata Kunci: Daya Dukung Aksial, Metode Elemen Hingga, Negative Skin Friction, Tanah Lunak, Titik Netral
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 03:15 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 03:15 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7965 |
