Ramadhan, Ilham (2026) SINGKONG SEBAGAI BENTUK KEMANDIRIAN PANGAN MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIREUNDEU TAHUN 1918-1964. Other thesis, Universitas siliwangi.
1.COVER.pdf
Download (82kB)
2. PENGESAHAN.pdf
Download (180kB)
3. PENGUJI.pdf
Download (335kB)
4. PERNYATAAN.pdf
Download (141kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (106kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (187kB)
7. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (50kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (162kB)
9. BAB I.pdf
Download (299kB)
10. BAB II.pdf
Download (359kB)
11. BAB III.pdf
Download (563kB)
12. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (789kB)
13. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (114kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
16. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (56kB)
Abstract
Penelitian ini membahas singkong sebagai bentuk kemandirian pangan masyarakat Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi tahun 1918-1964. Dilatarbelakangi oleh keunikan masyarakat Cireundeu yang menjadikan singkong sebagai makanan pokok di tengah dominasi konsumsi beras di masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang historis pemanfaatan singkong sebagai makanan pokok, memahami praktik kemandirian pangan masyarakat Cireundeu, serta menganalisis strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi krisis sosial dan pangan. Menggunakan metode historis menurut Kuntowijoyo yang meliputi tahap pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, penelusuran arsip, observasi, dan wawancara dengan tokoh adat serta masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan konsumsi dari beras ke singkong dipengaruhi oleh kondisi geografis, keterbatasan lahan pertanian, serta krisis pangan tahun 1918 akibat dampak Perang Dunia I dan kebijakan ekonomi kolonial. Dalam perkembangannya, masyarakat Cireundeu berhasil membangun sistem kemandirian pangan berbasis singkong melalui pengelolaan sumber daya lokal, pengolahan rasi, serta penerapan nilai-nilai budaya Sunda Wiwitan yang menekankan kesederhanaan, keseimbangan alam, dan kemampuan beradaptasi. Strategi tersebut memungkinkan masyarakat bertahan menghadapi berbagai krisis sosial dan ekonomi hingga memperoleh pengakuan sebagai masyarakat yang berhasil mewujudkan ketahanan pangan lokal. Dengan demikian, singkong di Kampung Adat Cireundeu tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya, kemandirian, dan resistensi terhadap ketergantungan pangan.
Kata Kunci: Cireundeu, Singkong, Kemandirian Pangan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 04:36 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 04:36 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7856 |
