FARHANA, FATHIA NABILA (2026) PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN AKSES PELATIHAN KETERAMPILAN TERHADAP KETERGANTUNGAN BANTUAN SOSIAL PADA PROGRAM KELUARGA HARAPAN. Other thesis, Universitas siliwangi.
1_Cover.pdf
Download (35kB)
2_Lembar Pengesahan.pdf
Download (474kB)
3_Lembar Penguji.pdf
Download (456kB)
4_Lembar Pernyataan.pdf
Download (458kB)
5_Abstrak.pdf
Download (128kB)
6_Kata pengantar.pdf
Download (95kB)
7_Daftar Isi.pdf
Download (84kB)
8_Daftar-daftar.pdf
Download (98kB)
9_BAB I.pdf
Download (52kB)
10_BAB 2.pdf
Download (150kB)
11_BAB 3.pdf
Download (441kB)
12_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (457kB)
13_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
14_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (83kB)
15_DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16_RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (21kB)
Abstract
Ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial masih menjadi tantangan bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Jatipamor, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tingkat pendidikan dan akses pelatihan keterampilan yang berperan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta mendukung kemandirian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dan akses pelatihan keterampilan terhadap ketergantungan bantuan sosial pada keluarga penerima PKH. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian berjumlah 204 keluarga penerima PKH, dengan sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketergantungan bantuan sosial, dengan nilai t hitung sebesar −0,605 dan nilai signifikansi sebesar 0,547 > 0,05. Sementara itu, akses pelatihan keterampilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketergantungan bantuan sosial, dengan nilai t hitung sebesar 2,360 dan nilai signifikansi sebesar 0,021 < 0,05. Secara simultan, tingkat pendidikan dan akses pelatihan keterampilan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketergantungan bantuan sosial, dengan nilai F hitung sebesar 2,814 dan nilai signifikansi sebesar 0,067 > 0,05. Nilai R Square sebesar 0,081 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 8,1% variasi ketergantungan bantuan sosial, sedangkan 91,9% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,052 menunjukkan bahwa setelah disesuaikan dengan jumlah variabel independen dan jumlah sampel, kemampuan model dalam menjelaskan ketergantungan bantuan sosial adalah sebesar 5,2%. Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan akses pelatihan keterampilan belum mampu secara bersama-sama menjelaskan ketergantungan bantuan sosial secara signifikan. Oleh karena itu, peningkatan kemandirian keluarga penerima PKH memerlukan dukungan faktor lain, seperti perluasan kesempatan kerja, akses permodalan, pemberdayaan ekonomi, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Kata kunci: tingkat pendidikan, akses pelatihan keterampilan, ketergantungan bantuan sosial, Program Keluarga Harapan (PKH).
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 02:31 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 02:31 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7835 |
