Rachmadika, Fasha (2026) HASIL EVALUASI PROGRAM PADA PELATIHAN HORTIKULTURA DENGAN MODEL CIPP (Studi Pada Karang Taruna Kelurahan Sukarindik Kota Tasikmalaya). Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (241kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (295kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (338kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (295kB)
5. HALAMAN PRIBADI.pdf
Download (227kB)
6. ABSTRAK.pdf
Download (418kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (443kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (642kB)
9. BAB 1.pdf
Download (361kB)
10. BAB 2.pdf
Download (428kB)
11. BAB 3.pdf
Download (426kB)
12. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (595kB)
13. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (432kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (337kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16. BIODATA PENULIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
Abstract
Program pelatihan seringkali belum berjalan secara optimal dan belum memberikan dampak yang berkelanjutan. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti karena pelatihan yang dilaksanakan di keluraha Sukarindik masih terdapat kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi program pelatihan hortikultura pada anggota Karang Taruna Kelurahan Sukarindik dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian meliputi pihak kelurahan, pengelola program (Pokmas), pemateri, serta anggota Karang Taruna sebagai peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, program pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan pemberdayaan pemuda dan didukung oleh kebijakan kelurahan. Pada aspek input, ketersediaan sumber daya manusia, sarana, dan dukungan program sudah cukup memadai, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam optimalisasi pemanfaatannya. Pada aspek proses, pelaksanaan pelatihan belum berjalan optimal karena metode yang digunakan masih didominasi ceramah tanpa praktik langsung serta tidak adanya pendampingan lanjutan setelah pelatihan. Pada aspek produk, hasil yang dicapai belum maksimal, ditandai dengan rendahnya keberlanjutan kegiatan hortikultura oleh peserta dan minimnya penerapan keterampilan dalam praktik nyata. Simpulan penelitian ini bahwa program pelatihan hortikultura belum sepenuhnya efektif karena lemahnya aspek proses dan produk, khususnya dalam hal praktik dan pendampingan berkelanjutan.
Kata Kunci: Model CIPP, Pelatihan Hortikultura, Pemberdayaan Masyarakat, Karang Taruna.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 02:25 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 02:25 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7834 |
