SILABAN, DEFRAN DANIEL OPERTA (2026) EKSISTENSI FILOSOFI HAMORAON, HAGABEON, HASANGAPON DALAM POLA KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA DI KOTA TASIKMALAYA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (172kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (130kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (102kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (123kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (228kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (161kB)
7. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (124kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (259kB)
9. BAB 1.pdf
Download (259kB)
10. BAB 2.pdf
Download (275kB)
11. BAB 3.pdf
Download (230kB)
12. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (793kB)
13. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (239kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (188kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (742kB)
16. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (181kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya masyarakat Suku Batak Toba dalam mempertahankan filosofi Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon serta menganalisis perannya dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Batak Toba di Kota Tasikmalaya. Filosofi tersebut merupakan nilai budaya yang menekankan pentingnya kesejahteraan, keturunan, dan kehormatan sebagai orientasi hidup masyarakat Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas tokoh adat, pendeta gereja, kepala keluarga, dan generasi muda Batak Toba. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon masih tetap eksis dan dipertahankan melalui pelaksanaan adat istiadat, partisipasi dalam punguan marga (perkumpulan marga), keterlibatan dalam kegiatan gereja dan adat, serta pewarisan nilai budaya dalam keluarga. Filosofi tersebut berperan sebagai pedoman hidup, identitas sosial, dan tradisi budaya. Hamoraon mendorong etos kerja dan orientasi pada pendidikan, Hagabeon menekankan pentingnya keturunan dan tanggung jawab keluarga, sedangkan Hasangapon mendorong masyarakat untuk menjaga kehormatan dan nama baik keluarga. Filosofi Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus beradaptasi dan memengaruhi pola kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Batak Toba di Kota Tasikmalaya. Filosofi ini menjadi instrumen penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus membentuk orientasi hidup masyarakat di tanah perantauan.
Kata Kunci: Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon, Batak Toba, Geografi Budaya
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 04:45 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 04:45 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7784 |
