ISLAMI, NURUL AZMI LIDINIL (2026) PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN INFORMAL ANAK AUTIS (Studi Kasus pada Orang Tua Siswa Autis Jenjang SMA di SLB Yayasan Bahagia). Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (162kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (220kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (197kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (195kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (228kB)
6. KATA PENGATAR.pdf
Download (165kB)
7. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (211kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (169kB)
9. DAFTAR TABEL.pdf
Download (117kB)
10. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (116kB)
11. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (124kB)
12. BAB I.pdf
Download (264kB)
13. BAB II.pdf
Download (569kB)
14. BAB III.pdf
Download (389kB)
15. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (136kB)
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (194kB)
18. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
19. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
Abstract
Pendidikan informal yang diberikan orang tua berperan dalam mendukung perkembangan komunikasi, kemandirian, sosial, dan emosional anak autis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam menjalankan pendidikan informal bagi siswa autis jenjang SMA di SLB Yayasan Bahagia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga orang tua siswa autis dan satu guru di SLB Yayasan Bahagia. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menjalankan empat peran utama, yaitu sebagai fasilitator pembelajaran, pembimbing rutinitas dan kemandirian, pemberi dukungan emosional, serta penghubung antara sekolah dan keluarga. Praktik pendidikan informal diwujudkan melalui pembiasaan rutinitas harian, latihan komunikasi, pelatihan kemandirian, pendampingan belajar, serta penguatan perilaku sosial dan emosi anak. Pelaksanaan pendidikan informal didukung oleh pengetahuan orang tua tentang autisme, dukungan sosial keluarga dan lingkungan, kerja sama dengan sekolah, serta ketersediaan media belajar di rumah, namun masih dihadapkan pada hambatan berupa stres pengasuhan, keterbatasan waktu, minimnya akses informasi, dan tekanan ekonomi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan informal tidak hanya ditentukan oleh intensitas pendampingan orang tua, tetapi juga oleh konsistensi pembiasaan di lingkungan keluarga serta sinergi yang berkelanjutan antara keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan komunikasi, kemandirian, dan kemampuan sosial anak autis. Disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam penyelenggaraan pendidikan informal sehingga keterlibatan aktif keluarga menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan perkembangan anak autis.
Kata Kunci: peran orang tua, pendidikan informal, anak autis, kemandirian, SLB.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 01:29 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 01:29 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7729 |
