SIHABUDIN, AHMAD (2026) WACANA SOSIAL POLITIK DALAM RUBRIK GOENTINGAN PADA SURAT KABAR GALIH PAKOEAN 1933-1935. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (169kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (359kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (288kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (352kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (166kB)
6. ABSTRAK.pdf
Download (170kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (254kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (358kB)
9. BAB 1.pdf
Download (353kB)
10. BAB 2.pdf
Download (279kB)
11. BAB 3.pdf
Download (284kB)
12. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (433kB)
13. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (181kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
enelitian ini berjudul “Wacana Sosial Politik Dalam Rubrik Goentingan Pada Surat Kabar Galih Pakoean 1933-1935”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis wacana Sosial Politik yang terkandung dalam Rubrik Goentingan pada surat kabar Galih Pakoean dalam kurun waktu 1933-1935 serta posisi ideologis surat kabar tersebut di tengah pemerintahan kolonial Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan sumber, kritik atau verifikasi, interpretasi dan historiografi. Analisis data dalam penelitian ini dibantu Analisis Wacana Kritis menurut Teun A. Van Dijk dalam tahapan interpretasi sebagai alat bantu untuk membongkar relasi kuasa, hegemoni dan ideologi dari surat kabar Galih Pakoean melalui rubrik Goentingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana sosial politik dalam rubrik Goentingan secara garis besar terbagi ke dalam dua sub-tema utama, yaitu Anti-Kolonial dan Nasionalisme. Dalam wacana Anti-Kolonial, para redaktur menunjukkan posisinya sebagai pembela rakyat kecil “kaum Madroi” dan menggunakan jurnalisme yang kaya akan sarkasme, ironi dan metafora berbahasa Sunda untuk melawan hegemoni kolonial. Rubrik tersebut secara konsisten membongkar praktik diskriminasi rasial sistemik, ketidakadilan hukum dan agraria, sikap represif kepolisian serta mendelegitimasi klaim misi peradaban kolonial. Sementara itu, dalam wacana Nasionalisme, rubrik ini berfungsi sebagai ruang otokritik yang progresif dengan mengecam ego kedaerahan (provincialistisch), mendukung persatuan politik atas kesamaan ideologi, serta menyerang kelemahan mentalitas bangsa sendiri seperti tabiat ikut ikutan (toetoeroet moending) dan kepasifan massal (slaapziekte). Sebagai solusi konkret menuju kemandirian bangsa (zelfstandigheid), rubrik ini konsisten menyerukan pentingnya perluasan Pendidikan Kebangsaan swadaya demi memutus rantai ketergantungan pada sistem sekolah kolonial yang hanya mencetak kuli buruh murah.
Kata Kunci: Surat kabar, Wacana Anti-Kolonial, Wacana Nasionalisme
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 06:30 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 06:30 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7713 |
