MUTAQIN, AKBAR SULAIMAN (2026) ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR BAJA DENGAN BRACING EKSENTRIS TWO STORY X DAN SPLIT K TERHADAP BEBAN GEMPA DINAMIK. Diploma thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (136kB)
2 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (313kB)
3 LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (224kB)
4 ABSTRAK.pdf
Download (246kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (226kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (299kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (161kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (178kB)
9 BAB 1.pdf
Download (307kB)
10 BAB 2.pdf
Download (2MB)
11 BAB 3.pdf
Download (1MB)
12 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
13 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (246kB)
14 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (207kB)
15 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara yang berada pada kawasan dengan aktivitas seismik tinggi sehingga struktur gedung harus dirancang memiliki kekakuan, daktilitas, dan kemampuan reduksi energi yang memadai terhadap beban gempa. Salah satu sistem struktur yang banyak diterapkan adalah Sistem Rangka Bresing Eksentris (Eccentrically Braced Frame) yang memanfaatkan elemen link sebagai komponen utama dalam mereduksi respons gempa. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktur baja menggunakan konfigurasi EBF tipe Two Story X dan Split K terhadap beban gempa dinamik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif melalui pemodelan gedung baja 10 lantai menggunakan perangkat lunak struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SRBE Split K menghasilkan simpangan antar lantai maksimum sebesar 12,606 mm yang lebih kecil dibandingkan SRBE Two Story X sebesar 13,250 mm, sehingga SRBE Split K lebih unggul pada simpangan antar lantai dibandingkan dengan SRBE Two Story X. Hasil analisis gaya dalam pada gaya geser maksimum pada balok lantai 1 yang diperoleh SRBE Two Story X sebesar 1.293,230 kN, sedangkan SRBE Split K sebesar 897,692 kN, sehingga elemen kritis gaya geser maksimum SRBE Split K lebih unggul dibandingkan gaya geser maksimum SRBE Two Story X. Pada momen maksimum pada kolom lantai 1 sebesar 784,589 kNm untuk SRBE Two Story X dan 736,039 kNm untuk SRBE Split K, hal ini menunjukan elemen kritis momen maksimum SRBE Split K lebih unggul dibandingkan momen maksimum SRBE Two Story X. Pada perencanaan sambungan, SRBE Two Story X membutuhkan 10 baut pada sambungan balok induk–kolom dan 12 baut pada sambungan bracing–link beam, sedangkan SRBE Split K masing-masing membutuhkan 8 baut dan 10 baut. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, konfigurasi SRBE Split K menunjukkan nilai respons struktur dan kebutuhan sambungan yang lebih kecil dibandingkan konfigurasi SRBE Two Story X.
Kata Kunci: Bresing Eksentris, Gempa Dinamik, Split K, Two Story X
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 07:33 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 07:33 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7689 |
