SAPUTRA, MOCHAMMAD FARID KAMMAL (2026) UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) TERHADAP Fusarium oxysporum PENYEBAB LAYU PADA TANAMAN KELOR (Moringa oleifera L.). Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER .pdf
Download (354kB)
2. PERNYATAAN PLAGIASI.pdf
Download (460kB)
3. ABSTRAK.pdf
Download (421kB)
4. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (335kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (346kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (561kB)
7. DAFTAR TABEL.pdf
Download (491kB)
8. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (637kB)
9. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
10. BAB I.pdf
Download (361kB)
11. BAB II.pdf
Download (646kB)
12. BAB III.pdf
Download (718kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (916kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (339kB)
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (447kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
17. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
Abstract
Permintaan pasar global terhadap produk kelor menunjukkan potensi yang signifikan dengan nilai USD 3,09 miliar pada tahun 2022. Produksi kelor di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Pengendalian menggunakan fungisida sintetik menimbulkan kekhawatiran terhadap residu dan resistensi patogen, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman, seperti biofungisida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus) sebagai biofungisida terhadap Fusarium oxysporum melalui pendekatan in silico dan in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan dan lima kali ulangan. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil in silico menunjukkan bahwa senyawa 1,2-Cyclopentanedione, 9,12-Octadecadienoic acid (Z,Z)-, dan cis-Vaccenic acid memiliki karakteristik sebagai kandidat pestisida, dengan profil keamanan toksisitas yang relatif aman. Temuan ini didukung oleh pengujian in vitro, dimana ekstrak kulit buah semangka konsentrasi 40% mampu menghambat pertumbuhan jamur hingga 10,63% pada 1 hari setelah inokulasi (HSI) dengan diameter koloni 7,56 mm. Efektivitasnya dalam penghambatan Fusarium oxysporum menurun pada 7 hari setelah inokulasi (HSI) menjadi 5,13% dengan diameter koloni mencapai 66,18 mm. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak kulit buah semangka dengan konsentrasi 5% sampai 40% memiliki potensi sebagai biofungisida dilihat dari kandungan senyawa bioaktif dan profil keamanannya. Efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum masih tergolong rendah sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut, seperti optimasi konsentrasi, formulasi, atau kombinasi dengan agen hayati lainnya untuk meningkatkan daya hambatnya.
Kata kunci: Biofungisida, ekstrak kulit buah semangka, Fusarium oxysporum, kelor
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 02:48 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 02:48 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7646 |
