WARDHANI, ALIYA (2026) STUDI KOMPARATIF KELAYAKAN USAHATANI MELON HIDROPONIK SISTEM IRIGASI TETES DENGAN SISTEM NFT. Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (180kB)
2 PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT.pdf
Download (878kB)
3 ABSTRAK.pdf
Download (273kB)
4 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (707kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (147kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (282kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (144kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (144kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (145kB)
10 BAB 1.pdf
Download (357kB)
11 BAB 2.pdf
Download (450kB)
12 BAB 3.pdf
Download (378kB)
13 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
14 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (388kB)
15 BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
16 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (239kB)
17 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Perkembangan budidaya hortikultura modern mendorong penggunaan berbagai sistem hidroponik, termasuk sistem irigasi tetes dan sistem NFT (Nutrient Film Technique) pada budidaya melon hidroponik, perbedaan tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan input produksi dan teknik pemeliharaan yang akan berpengaruh terhadap biaya usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani melon hidroponik sistem irigasi tetes dan NFT menggunakan analisis R/C. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Melon Hidroponik RarePlan.id untuk sistem irigasi tetes dan sistem NFT (Nutrient Film Technique System) dilaksanakan di Taman Hati Farm. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Jenis melon yang dianalisis adalah melon inthanon. Hasil penelitian menunjukan kedua sistem layak diusahakan karena memiliki nilai R/C >1. Sistem irigasi tetes per meter² dalam satu kali periode tanam mengeluarkan biaya sebesar Rp44.240,12, memperoleh penerimaan Rp56.906,53 pendapatan Rp12.666,41 dan R/C 1,29, dengan kepadatan tanaman per meter² sebanyak 1-2 tanaman. Sementara sistem NFT per meter² dalam satu kali periode tanam mengeluarkan biaya sebesar Rp61.233,72, memperoleh penerimaan Rp149.994,80 pendapatan Rp88.761,08, dan R/C 2,45, dengan kepadatan tanaman per meter² sebanyak 4 tanaman. Berdasarkan hasil analisis, sistem NFT lebih menguntungkan dibandingkan sistem irigasi tetes karena memiliki nilai R/C yang lebih tinggi, yang dipengaruhi oleh penerimaan dan biaya total pada masing-masing sistem.
Kata kunci: Kelayakan Usahatani, Melon, Hidroponik, Irigasi tetes, NFT
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 02:39 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 02:39 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7644 |
