WINDIANTI, SEPTIANI TRI (2026) HUBUNGAN FAKTOR IKLIM, KEPADATAN PENDUDUK, DAN ANGKA BEBAS JENTIK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BOGOR TAHUN 2022-2024. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (174kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (226kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (406kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (290kB)
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Download (242kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (309kB)
7. PERNYATAAN.pdf
Download (178kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (292kB)
9. ABSTRAK INDONESIA-INGGRIS.pdf
Download (311kB)
10. BAB I.pdf
Download (333kB)
11. BAB II.pdf
Download (520kB)
12. BAB III.pdf
Download (365kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (330kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (268kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (741kB)
Abstract
Kota Bogor merupakan salah satu daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada tahun 2022 terdapat 1.531 kasus DBD dan pada 2023 terdapat 1.474 kasus, serta tahun 2024 melonjak menjadi 3.117 kasus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara faktor iklim (suhu, kelembapan, curah hujan), kepadatan penduduk dan angka bebas jentik (ABJ) dengan kejadian DBD di Kota Bogor pada tahun 2022-2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis observasional analitik dan desain studi ekologi dengan menggunakan data agregat dari 68 wilayah kelurahan dan tambahan data bulanan. Variabel terikat penelitian ini yaitu kejadian DBD dan variabel bebas antara lain, suhu, kelembapan, curah hujan, kepadatan penduduk dan angka bebas jentik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap data sekunder, yang didapat dari instansi terkait. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji Rank Spearman dan Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, suhu berhubungan kuat dan signifikan dengan DBD hanya pada 2023 dengan time lag 2 (p=0,036). Kelembapan menunjukkan hubungan positif signifikan pada 2024 time lag 0-2 (p=0,014; p=0,001; p=0,011) dan hubungan signifikan berarah negatif pada periode 2022-2024 time lag 2 (p=0,002). Curah hujan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian DBD (p>0,05). Kepadatan penduduk berhubungan signifikan dengan kejadian DBD dengan arah positif dan kekuatan lemah pada tahun 2022 dan gabungan 2022-2024 (p=0,020; p=0,003). Angka bebas jentik berkorelasi signifikan dengan arah negatif di seluruh tahun pengamatan, dengan kekuatan lemah-sedang. Maka, diperlukan upaya peningkatan pengendalian vektor (PSN 3M) dan penguatan sistem surveilans epidemiologi dengan mengintegrasikan data iklim dengan variabel ABJ.
Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), Iklim, Kepadatan Penduduk, Angka Bebas Jentik (ABJ)
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 03:54 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 03:54 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7594 |
