Raudzah, Nazma Nadiatul (2026) POLITIK POPULISME INFLUENCER DALAM KAMPANYE DIGITAL DI INSTAGRAM PADA PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (99kB)
2. PERNYATAAN.pdf
Download (907kB)
3. PENGESAHAN.pdf
Download (767kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (253kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (218kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (268kB)
7. BAB I.pdf
Download (465kB)
8. BAB II.pdf
Download (325kB)
9. BAB III.pdf
Download (230kB)
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (705kB)
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana politik populisme influencer terbentuk dalam kampanye digital pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 melalui platform Instagram. Fenomena ini muncul seiring dengan pergeseran komunikasi politik dari model konvensional menuju ruang digital, di mana influencer memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini mengkaji peran tiga influencer, yaitu Raffi Ahmad, Clara Shinta, dan Fujianti Utami Putri dalam membangun narasi populisme digital selama masa kampanye. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi untuk memahami praktik komunikasi digital yang kemudian dianalisis menggunakan teknik coding dan thematic analysis dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer berperan aktif dalam membentuk eksistensi politik populisme digital melalui strategi komunikasi berbasis emosi, personalisasi figur, serta kedekatan dengan audiens. Temuan ini memperkuat teori populisme menurut Benjamin Moffitt yang memandang populisme sebagai gaya politik (political style) yang dipentaskan melalui media, mengandalkan performativitas, emosi, serta kedekatan dengan rakyat. Populisme tidak hanya diproduksi oleh aktor politik formal, tetapi juga oleh influencer sebagai aktor budaya populer yang mampu menjembatani antara politik dan audiens digital. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa influencer memiliki peran signifikan dalam membentuk dinamika politik populisme digital pada Pemilu 2024. Kehadiran mereka tidak hanya memperluas jangkauan kampanye politik, tetapi juga mengubah cara politik dikomunikasikan, dari yang bersifat formal menjadi lebih personal, visual, dan emosional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian populisme digital serta kontribusi praktis dalam memahami peran influencer dalam demokrasi digital di Indonesia.
Kata kunci: populisme digital, influencer, kampanye politik, Instagram, Pemilu 2024
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JC Political theory |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:32 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:32 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7341 |
