Ramadhan, Nazhafah (2026) POLITIK IDENTITAS TENTANG EKSLUSI SOSIAL MINORITAS ETNIS TIONGHOA DI KELURAHAN EMPANGSARI KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (234kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (181kB)
3. PERNYATAAN.pdf
Download (135kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (284kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (244kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (268kB)
7. BAB I.pdf
Download (354kB)
8. BAB II.pdf
Download (475kB)
9. BAB III.pdf
Download (313kB)
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (261kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (892kB)
Abstract
Penelitian ini berfokus pada perubahan hubungan sosial antara kelompok mayoritas dan minoritas, terutama etnis Tionghoa di Kota Tasikmalaya, yang sering kali dipandang eksklusif dan keterbatasan dalam interaksi sosial. Dalam kerangka politik identitas, kondisi ini berkaitan dengan bagaimana suatu kelompok dipandang, diakui, serta ditempatkan dalam struktur masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk eksklusi sosial yang terjadi, mengerti makna di balik perilaku sosial yang ditunjukkan oleh etnis Tionghoa sehingga mengindikasikan adanya misrecognition, Teori yang digunakan berasal dari perspektif tindakan sosial Max Weber dan konsep misrecognition dari Charles Taylor sebagai dasar teoritis. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa misrecognition terhadap etnis Tionghoa di Kota Tasikmalaya berlangsung secara halus melalui jarak interaksi dan pandangan bahwa mereka adalah kelompok yang tertutup. Tetapi, dari sudut pandang etnis Tionghoa, sikap tersebut dianggap sebagai bentuk kehati-hatian disebabkan oleh pengalaman sejarah dan posisi mereka sebagai kelompok minoritas, yang berujung pada kesalahpahaman dalam hubungan sosial. Di sisi lain, terdapat usaha untuk mengurangi pengucilan melalui partisipasi sosial dan peran pemerintah sebagai penghubung, meskipun inklusi yang terjadi masih belum merata.
Kata kunci: politik identitas, pengakuan politik, eksklusi minoritas
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JC Political theory |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:24 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:24 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7340 |
