WAROHMAH, ENDAH (2026) EFEKTIVITAS KOMBINASI ZAT PENGATUR TUMBUH 6-BENZYL AMINO PURINE (BAP) DAN NAPHTHALENE ACETIC ACID (NAA) TERHADAP INISIASI KALUS GAHARU (Aquilaria malaccensis) SECARA IN VITRO. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (181kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (460kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (262kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (338kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (313kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (260kB)
7. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (295kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (380kB)
9. DAFTAR TABEL.pdf
Download (275kB)
10. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (230kB)
11. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (275kB)
12. BAB I.pdf
Download (392kB)
13. BAB II.pdf
Download (896kB)
14. BAB III.pdf
Download (1MB)
15. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (284kB)
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (347kB)
18. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
19. RIWAYAT HIDUP PENULIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (246kB)
Abstract
Gaharu (Aquilaria malaccensis) merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu bernilai tinggi yang populasinya mengalami penurunan signifikan akibat eksploitasi berlebih. Upaya perbanyakan melalui kultur in vitro menjadi alternatif strategis untuk mendukung konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Zat Pengatur Tumbuh 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) terhadap inisiasi kalus Gaharu (Aquilaria malaccensis) secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Pendidikan Biologi, Universitas Siliwangi dari Desember 2025 hingga April 2026. Pucuk Gaharu digunakan sebagai eksplan. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu BAP (0; 0.5; 1; 1.5 mg/L) serta NAA (0; 3; 6 mg/L). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kombinasi BAP dan NAA tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap seluruh parameter yang diamati, ditunjukkan oleh nilai signifikansi (p-value) yang lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). Dengan demikian, hipotesis penelitian ditolak. Meskipun demikian, secara biologis perlakuan yang diberikan tetap mampu menginduksi pembentukan kalus pada eksplan gaharu. Perlakuan GHE12 (BAP 1,5 mg/L + NAA 6 mg/L) menunjukkan respons biologis paling efektif dalam menginisiasi kalus, ditandai dengan waktu muncul kalus tercepat yaitu 49 hari setelah tanam (HST) serta fase pertumbuhan kalus yang masih berada pada fase linear hingga akhir pengamatan. Hasil ini menunjukkan adanya kecenderungan respons yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Persentase hidup eksplan mencapai rata-rata 82% (18% eksplan mati). Sementara itu, pada parameter pendukung, perlakuan menghasilkan variasi morfologi kalus berupa warna putih kehijauan, putih kekuningan, putih bersih, kuning kecokelatan, hingga cokelat, serta karakteristik tekstur berupa remah dan kompak yang berpotensi untuk organogenesis dan embryogenesis somatik. Kata Kunci: Gaharu, Zat Pengatur Tumbuh, Kultur In Vitro, Inisiasi kalus, Eksplan Pucuk
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QH Natural history Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 03:27 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 03:27 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7178 |
