SETIAWAN, DERI (2026) EKSPLORASI TUMBUHAN FAMILIA ORCHIDACEAE DI SUAKA MARGASATWA GUNUNG SAWAL SEBAGAI BAHAN AJAR TUMBUHAN TINGKAT TINGGI. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. Cover.pdf
Download (68kB)
2. Lembar Pengesahan.pdf
Download (84kB)
3. Lembar Pernyataan Pertahanan.pdf
Download (62kB)
4. Lembar Pernyataan.pdf
Download (153kB)
5. Abstrak.pdf
Download (129kB)
6. Kata Pengantar.pdf
Download (126kB)
7. Ucapan Terimakasih.pdf
Download (57kB)
8. Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran.pdf
Download (182kB)
9. Bab 1.pdf
Download (148kB)
10. Bab 2.pdf
Download (1MB)
11. Bab 3.pdf
Download (893kB)
12. Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
13. Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (124kB)
14. Daftar Pustaka.pdf
Download (232kB)
15. Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16. Daftar Riwayat Hidup.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
Abstract
Anggrek merupakan salah satu dari dua familia terbesar dalam kelompok tumbuhan berbunga (angiospermae) yang penting untuk dijaga, dikarenakan sebagai spesiesnya langka dan terancam punah. Kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal memiliki berbagai spesies, salah satunya anggrek. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi jenis tumbuhan anggrek yang dilakukan pada bulan Januari s.d. April 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengamatan/eksplorasi langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara inventarisasi dengan metode penyusuran (Cruise Method) yaitu menyusuri kawasan hutan dengan mengikuti jalur penelitian. Eksplorasi dilakukan dengan cara membagi lokasi menjadi tiga stasiun pengamatan. Stasiun I (835 s.d. 985 mdpl), Stasiun II (985 s.d. 1.135 mdpl), dan stasiun III (1.135 s.d. 1.285 mdpl). Setiap stasiun memiliki garis pengamatan sepanjang 150 meter berdasarkan strata ketinggian dengan jarak antar plot 50x2 meter. Indeks ekologi yang dianalisis meliputi, indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), Indeks kemerataan (E), indeks dominansi (D), serta parameter lingkungan meliputi suhu, pH tanah, kelembapan tanah, kelembapan udara, dan intensitas cahaya. Hasil penelitian menemukan 50 individu anggrek yang terdiri atas 10 genus. Dari jumlah tersebut, empat anggrek berhasil diidentifikasi hingga tingkat spesies, sedangkan enam lainnya hanya sampai tingkat genus. Anggrek yang mendominasi kawasan penelitian adalah genus Bulbophyllum Thouars dan spesies Cymbidium lancifolium. Keterbatasan identifikasi hingga tingkat spesies disebabkan oleh tidak lengkapnya karakter morfologi, terutama bunga, pada sebagian individu yang ditemukan di lapangan. Sebagain besar anggrek yang ditemukan berhabitus terrestrial. Keanekaragaman spesies (H’) sebesar 0,94 berada pada nilai H<1, tergolong kategori rendah, indeks kemerataan (E) sebesar 0,64 berada pada nilai 0,5 < E ≤ 0,75 tergolong kategori labil, dan indeks Dominansi (D) sebesar 0,,31 berada pada nilai 0,30 < D ≤ 0,60 tergolong kategori sedang. Kondisi mikroklimatik seperti suhu 22,2°C – 23,2 °C dan kelembapan udara berkisar 81,73%RH – 86%RH cukup mendukung pertumbuhan populasi anggrek meskipun tidak secara signifikan. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran Biologi dan Botani Phanerogamae sebagai upaya mengenalkan potensi keanekaragaman hayati lokal kepada siswa dan mahasiswa melalui pemanfaatan sumber belajar berupa e booklet berbasis riset lingkungan. Kata Kunci: Eksplorasi, Anggrek, Suaka Margasatwa Gunung Sawal
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QH Natural history Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 01:58 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 01:58 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7167 |
