FITRIYAH, DELLA (2026) EKSPLORASI TUMBUHAN FAMILIA ORCHIDACEAE DI JALUR PENDAKIAN TALAGA BODAS – GUNUNG GALUNGGUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (134kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (262kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (176kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (224kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (211kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (306kB)
7. BAB 1.pdf
Download (383kB)
8. BAB 2.pdf
Download (959kB)
9. BAB 3.pdf
Download (778kB)
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (190kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
14. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (153kB)
Abstract
Gunung Galunggung merupakan kawasan hutan pegunungan tropis yang mendukung pertumbuhan Orchidaceae, namun data eksplorasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keragaman Orchidaceae di jalur pendakian Talaga Bodas – Gunung Galunggung sebagai dasar pengembangan sumber belajar biologi. Penelitian dilaksanakan pada November – Desember 2025. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling berdasarkan potensi anggrek pada stasiun penelitian, yaitu stasiun 1 di kawasan hutan pinus, serta stasiun 2 dan 3 pada kawasan hutan lindung. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif melalui survei eksploratif pada plot kuadrat (5×5 m) di sepanjang transek 100 meter berdasarkan strata ketinggian. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 spesies anggrek dari 9 genus dengan total 224 individu. Sebaran individu anggrek terbanyak ditemukan pada stasiun 1, yaitu 152 individu dari 8 spesies. Agrostophyllum majus dan Coelogyne cobbiana ditemukan pada setiap stasiun pengamatan. Genus Coelogyne mendominasi dengan 5 spesies, sedangkan Coelogyne cobbiana menjadi spesies dengan jumlah individu tertinggi, yaitu 69 individu. Sebagian besar anggrek berhabitus epifit (98,66%), dengan Macodes petola sebagai satu-satunya jenis terestrial. Nilai rata-rata indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') sebesar 1,66 termasuk dalam kategori sedang, menunjukkan kondisi ekosistem relatif stabil, meskipun masih terdapat dominansi spesies tertentu serta pengaruh aktivitas antropogenik. Kondisi ekologi mikro seperti suhu (21,78 21,97°C) dan kelembapan udara (81,87–84,28%) mendukung pertumbuhan anggrek. Tingkat keanekaragaman kategori sedang menunjukkan variasi spesies yang cukup representatif, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber belajar biologi. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat diintegrasikan ke dalam perangkat pembelajaran berbasis potensi lokal, misalnya melalui Booklet digital pada materi Keanekaragaman Hayati tingkat SMA, guna menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Kata Kunci: Booklet, Eksplorasi, Keanekaragaman hayati, Orchidaceae, Sumber belajar.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QH Natural history Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 01:52 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 01:52 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7166 |
