Rahmatillah, Lilis (2026) Pemikiran Mohammad Natsir Terhadap Islam Dan Politik Dalam Paradigma Revolusi Thomas. S Khun. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (37kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (174kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (143kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (13kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (141kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (55kB)
7. BAB 1.pdf
Download (268kB)
8. BAB 2.pdf
Download (385kB)
9. BAB 3.pdf
Download (162kB)
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (596kB)
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (183kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (599kB)
Abstract
Pemikiran Mohammad Natsir tentang relasi Islam dan politik merupakan kajian yang menarik untuk dianalisis melalui kerangka paradigma revolusi ilmiah Thomas S. Kuhn, mengingat konstruksi pemikiran yang ditawarkannya tidak lahir dari ruang hampa, melainkan sebagai respons kritis terhadap krisis paradigma yang dihadapi umat Islam Indonesia pada masanya, yakni ketegangan antara sekularisme Barat, formalisme negara Islam, dan nasionalisme sekuler. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara idealitas moral pemikiran Natsir yang menawarkan konsep theistic democracy sebagai sintesis antara kedaulatan rakyat dan tanggung jawab ketuhanan, dengan realitas empiris di mana relasi Islam dan negara kerap terseret kepentingan politik pragmatis sehingga gagasan negara berketuhanan ala Natsir belum sepenuhnya terwujud. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan yang diperkaya wawancara terhadap perwakilan organisasi Islam di Tasikmalaya serta metode hermeneutika sosial untuk memahami makna di balik teks, penelitian ini menganalisis karya-karya primer Natsir dan dokumen sejarah menggunakan pisau analisis Kuhn guna melacak fase pembentukan paradigma, masa krisis, hingga pergeseran paradigmatik dalam pemikirannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemikiran Natsir membentuk paradigma simbiotik dengan karakteristik adanya komitmen terhadap asumsi integralitas Islam, kesepakatan terhadap sumber normatif, serta model exemplar berupa konsep theistic democracy yang terbukti dalam praktik kenegaraan melalui Mosi Integral Natsir, sekaligus menunjukkan dinamika evolutif dari kecenderungan integralistik-formal menuju paradigma substantif pasca kemerdekaan, meskipun dalam penerapannya masih ditemukan anomali ketika idealitas moral berhadapan dengan pragmatisme politik, sehingga warisan pemikirannya tetap relevan untuk memperkuat integritas politik dan moderasi beragama di Indonesia kontemporer. Kata Kunci: Mohammad Natsir, Islam, negara, Politik
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 01:43 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 01:43 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6799 |
