NURAENI, IRVA (2026) RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAMUR TIRAM PUTIH DENGAN METODE FAILURE MODE AN EFFECT ANALYSIS (FMEA). Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (252kB)
2 PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT.pdf
Download (101kB)
3 ABSTRAK.pdf
Download (264kB)
4 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (71kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (222kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (267kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (169kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (215kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (153kB)
10 BAB I.pdf
Download (292kB)
11 BAB II.pdf
Download (378kB)
12 BAB III.pdf
Download (373kB)
13 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (369kB)
14 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (670kB)
15 BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
16 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (257kB)
17 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (798kB)
Abstract
Proses produksi jamur tiram tidak terlepas dari risiko. Penelitian bertujuan mengidentifikasi risiko produksi, mengukur tingkat risiko, melakukan pemetaan risiko, merumuskan strategi pengendalian risiko prioritas. Metode Penelitian studi kasus dengan data primer dan sekunder. Alat analisis diagram tulang ikan, Failure Mode An Effect Analysis (FMEA), Risk Priority Number, analisis deskriptif . Risiko produksi yaitu bekatul berkutu, serbuk gergaji terkontaminasi solar, bibit F2 kontaminasi, pencampuran bahan kurang merata, kadar air tidak sesuai, plastik sobek, kontaminasi baglog, susunan baglog rapat, drum bocor, suhu kurang maksimal, api mati saat sterilisasi, gangguan alat, alat tidak steril, kesalahan memasukan bibit, kontaminasi bibit, bibit rusak, suhu tidak stabil, penataan terlalu dekat, kontaminasi baglog, atap bocor, fluktuasi suhu, tubuh buah kecil, jamur tidak seragam, akar tertinggal, jamur tidak kepanen, waktu panen cepat, jamur rusak, jamur layu, jamur busuk. Tingkat risiko tertinggi (serbuk gergaji terkontaminasi solar, kontaminasi balog, suhu kurang maksimal, kontaminasi bibit, kontaminasi baglog inkubasi, fluktuasi suhu, waktu panen cepat, jamur busuk) risiko terendah (Bekatul berkutu, Pelastik sobek, Api mati saat sterilisasi, Bibit rusak, Penataan dekat, Atap bocor, Akar tertinggal, Jamur layu). pemetaan risiko prioritas, risiko pengadaan bahan baku serbuk gergaji terkontaminasi solar, risiko pembuatan media tanam kontaminasi balog, risiko sterilisasi baglog suhu kurang maksimal, risiko inokulasi bibit kontaminasi bibit, risiko inkubasi kontaminasi baglog, risiko pemeliharaan fluktuasi suhu, risiko panen waktu panen cepat, risiko pascapanen jamur busuk. Strategi pengendalian Mencuci serbuk gergaji menggunakan air bersih, mengganti serbuk gergaji dengan pelepah dedaunan, Membersihkan alat menggunakan air dan alkohol secara merata, Memasang thermometer, melakukan pemantauan sterilisasi, mengganti gas kecil dengan yang lebih besar, Semprot alat setiap mengaduk bibit, semprot tangan setiap memasukan bibit , Menggunakan lampu berwarna di bawahnya diberi air, menyelimuti baglog dengan kain atau plastik pada musim dingin, Menggunakan hygrothermometer, Memberi arahan kepada pegawai, membersihkan sisa akar yang tertinggal, Melakukan sortir sebelum packing, packing tertutup rapat tanpa ada celah udara. Kata kunci: Jamur Tiram, Risiko Produksi, Syahid Mushroom.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 07:39 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 07:39 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6791 |
