KIPRAH RASUNA SAID DALAM GERAKAN EMANSIPASI PEREMPUAN MELALUI PERMI (PERSATUAN MUSLIMIN INDONESIA) TAHUN 1930-1937

DEWI, YUSPITA (2026) KIPRAH RASUNA SAID DALAM GERAKAN EMANSIPASI PEREMPUAN MELALUI PERMI (PERSATUAN MUSLIMIN INDONESIA) TAHUN 1930-1937. Other thesis, Universitas siliwangi.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of 2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of 3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf] Text
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (202kB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (143kB)
[thumbnail of 5. KATA PENGANTAR.pdf] Text
5. KATA PENGANTAR.pdf

Download (150kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR ISI.pdf] Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of 7. BAB 1.pdf] Text
7. BAB 1.pdf

Download (338kB)
[thumbnail of 8. BAB 2.pdf] Text
8. BAB 2.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of 9. BAB 3.pdf] Text
9. BAB 3.pdf

Download (326kB)
[thumbnail of 10. BAB 4.pdf] Text
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (229kB)
[thumbnail of 11. BAB 5.pdf] Text
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (200kB)
[thumbnail of 12. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of 13. LAMPIRAN.pdf] Text
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of 14. RIWAYAT HIDUP.pdf] Text
14. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (121kB)

Abstract

Pada masa pemerintahan Kolonial, perempuan bumiputera berada dalam kondisi yang tidak setara dan kerap mengalami perlakuan diskriminatif. Mereka menghadapi beragam persoalan yang membatasi ruang gerak perempuan, baik dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Akses terhadap pendidikan, ruang publik, dan aktivitas politik masih terbatas, sehingga perempuan cenderung ditempatkan dalam ranah domestik. Situasi tersebut kemudian memicu lahirnya berbagai gerakan perempuan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami. Perkembangan gerakan perempuan pada awal abad ke-20 tidak terlepas dari perubahan sosial dan dinamika politik yang terjadi dalam sistem pemerintahan Kolonial Belanda. Rasuna Said merupakan salah satu tokoh yang berjuang dalam gerakan emansipasi perempuan pada masa Kolonial Belanda. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjabarkan kiprah Rasuna Said dalam gerakan emansipasi perempuan melalui PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia) pada tahun 1930-1937. Penelitian ini dilakukan dengan berlandaskan metode historis yang terdiri dari pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber diperoleh dengan studi pustaka dan dokumen yang relevan dengan perjuangan Rasuna Said dan aktivitas organisasi PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia). Analisis data dilakukan dengan cara kritik sumber secara intern dan juga ekstern, dilanjut dengan interpretasi dan terakhir historiografi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Rasuna Said memiliki posisi penting dalam struktur organisasi PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia), khususnya dalam bagian perempuan. Ia secara aktif menyuarakan pentingnya kesetaraan antara laki laki dan perempuan, terutama dalam hal pendidikan dan keterlibatan dalam kehidupan sosial-politik. Melalui berbagai media seperti pidato, tulisan, dan kegiatan organisasi, ia mendorong perempuan untuk lebih berani berpartisipasi dalam perjuangan kebangsaan. Upaya tersebut memberikan dampak berupa meningkatnya kesadaran politik perempuan serta tumbuhnya keberanian untuk terlibat dalam ruang publik pada masa Kolonial. Kata Kunci: Emansipasi Perempuan, PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia), Rasuna Said

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > LA History of education
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Depositing User: user2 user2 user2
Date Deposited: 24 Jun 2026 04:01
Last Modified: 24 Jun 2026 04:01
URI: https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6778

Actions (login required)

View Item
View Item