Sidiq, Diki Jafar (2026) BENTUK OTORITAS POLITIK DALAM PILKADES DESA MEKARWANGI KECAMATAN CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. cover.pdf
Download (23kB)
2. pengesahan.pdf
Download (80kB)
3. pernyataan.pdf
Download (70kB)
4. abstrak.pdf
Download (191kB)
5. kata pengantar.pdf
Download (167kB)
6. daftar isi.pdf
Download (144kB)
7. bab 1.pdf
Download (185kB)
8. bab 2.pdf
Download (251kB)
9. bab 3.pdf
Download (185kB)
10. bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (575kB)
11. bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (102kB)
12. daftar pustaka.pdf
Download (119kB)
13. lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (458kB)
Abstract
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan salah satu bentuk konkret praktik demokrasi lokal yang berlangsung di tingkat desa. Meskipun secara prosedural Pilkades diatur oleh mekanisme hukum dan administratif yang bersifat legal-formal, dalam praktiknya proses tersebut kerap dipengaruhi oleh dinamika sosial, budaya, dan struktur otoritas yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika otoritas politik dalam kontestasi Pilkades Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019 dengan menggunakan kerangka teori otoritas Max Weber yang meliputi otoritas legal-formal, otoritas tradisional, dan otoritas kharismatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang melibatkan calon kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta warga masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika Pilkades Mekarwangi tidak hanya ditentukan oleh mekanisme pemilihan yang bersifat formal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh keberadaan berbagai bentuk otoritas politik dari calon kepala desa mapaun di luar para calon kepala desa. Otoritas legal-formal terlihat dari peran aktor yang memiliki jabatan struktural dalam pemerintahan desa dan lembaga keagamaan resmi, seperti Sekertaris Desa, Kepala Kepunduhan, Ketua BPD dan Ketua MUI Desa. Otoritas tradisional terutama melekat pada tokoh militer, kalangan intelektual, pengajar, agama dan pimpinan pesantren yang memperoleh legitimasi dari adat, nilai religius, dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, otoritas kharismatik tercermin pada calon kepala desa maupun tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh personal kuat, rekam jejak sosial panjang, serta kepercayaan emosional dari masyarakat tanpa adanya paksaan. Ketiga tipe otoritas tersebut saling berinteraksi dan membentuk preferensi politik masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkades. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teori otoritas Max Weber masih relevan untuk menjelaskan sumber legitimasi kekuasaan dalam konteks Pilkades di Desa Mekarwangi, namun penerapannya bersifat dinamis dan kontekstual. Klasifikasi otoritas Weber tidak berdiri secara kaku, melainkan berkembang seiring perubahan sosial dan sangat bergantung pada pengakuan serta legitimasi yang diberikan oleh masyarakat. Dengan demikian, otoritas politik terbukti memiliki dampak signifikan terhadap cara pandang, penilaian, dan pilihan politik masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa.
Kata kunci: Otoritas Politik, Max Weber, Pilkades, Demokrasi Lokal, Desa Mekarwangi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 11 May 2026 02:20 |
| Last Modified: | 11 May 2026 02:20 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6636 |
