PROSES BERPIKIR PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS DITINJAU DARI LEVEL METAKOGNISI

PAHMI, MIPTAHUL (2026) PROSES BERPIKIR PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS DITINJAU DARI LEVEL METAKOGNISI. Other thesis, Universitas Siliwangi.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (24kB)
[thumbnail of 2. pengesahan.pdf] Text
2. pengesahan.pdf

Download (458kB)
[thumbnail of 3. pernyataan.pdf] Text
3. pernyataan.pdf

Download (364kB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (236kB)
[thumbnail of 5. KATA PENGANTAR.pdf] Text
5. KATA PENGANTAR.pdf

Download (129kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR ISI.pdf] Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (281kB)
[thumbnail of 7. BAB I.pdf] Text
7. BAB I.pdf

Download (268kB)
[thumbnail of 8. BAB II.pdf] Text
8. BAB II.pdf

Download (332kB)
[thumbnail of 9. BAB III.pdf] Text
9. BAB III.pdf

Download (545kB)
[thumbnail of 10. BAB IV.pdf] Text
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (640kB)
[thumbnail of 11. BAB V.pdf] Text
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19kB)
[thumbnail of 12. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (280kB)
[thumbnail of 13. LAMPIRAN.pdf] Text
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir peserta didik dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) ditinjau dari level metakognisi tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Banjarsari pada kelas XII MIPA 4 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah lima peserta didik yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil angket metakognisi, yang terdiri atas satu peserta didik dengan metakognisi tinggi, dua peserta didik dengan metakognisi sedang, dan dua peserta didik dengan metakognisi rendah. Hasil angket menunjukkan bahwa 3,7% peserta didik berada pada kategori metakognisi tinggi, 55,6% pada kategori sedang, dan 40,7% pada kategori rendah. Teknik pengumpulan data meliputi angket metakognisi, tes tertulis berupa soal HOTS, serta wawancara tidak terstruktur untuk menggali secara mendalam proses berpikir peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan metakognisi tinggi mampu melaksanakan proses berpikir secara sistematis dan terintegrasi melalui tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi secara konsisten, sehingga mampu mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi pada level analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Peserta didik dengan metakognisi sedang menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam memahami permasalahan dan menyelesaikan soal secara prosedural, serta telah mencapai tahap analisis (C4) dan sebagian evaluasi (C5), namun belum konsisten dalam melakukan pemantauan dan refleksi secara mendalam. Sementara itu, peserta didik dengan metakognisi rendah mengalami kesulitan sejak tahap perencanaan, tidak mampu memantau proses berpikir secara efektif, serta tidak melakukan evaluasi terhadap hasil penyelesaian, sehingga belum mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, tingkat metakognisi berpengaruh terhadap kualitas proses berpikir peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS. Semakin tinggi tingkat metakognisi, semakin terarah, sistematis, dan reflektif proses berpikir yang ditunjukkan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan metakognisi dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kualitas pemecahan masalah peserta didik.

Kata Kunci: Proses Berpikir, Soal HOTS, Level Metakognisi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QA Mathematics
Divisions: Pascasarjana > S2 Pendidikan Matematika
Depositing User: user2 user2 user2
Date Deposited: 06 May 2026 01:49
Last Modified: 06 May 2026 01:49
URI: https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6595

Actions (login required)

View Item
View Item