FAUZI, RIZKI SYAMSUL (2023) KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA PARENTAS KECAMATAN CIGALONTANG KABUPATEN TASIKMALAYA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (39kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (83kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (28kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (144kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (137kB)
6. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (90kB)
7.DAFTAR ISI.pdf
Download (91kB)
8. BAB I.pdf
Download (93kB)
9. BAB II.pdf
Download (392kB)
10. BAB III.pdf
Download (479kB)
11. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
12. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
13. DAFATR PUSTAKA.pdf
Download (49kB)
14. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (378kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan bencana tanah longsor serta tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Desa Parentas merupakan wilayah perbukitan dengan topografi curam, curah hujan tinggi, dan sejarah kejadian longsor yang sering (7 kali pada tahun 2022), sehingga menjadi daerah rawan bencana hidrometeorologi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) di Desa Parentas sebanyak 872 KK. Sampel diambil secara random sampling sebesar 4% (34 responden). Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara dengan Kepala Desa dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, kuesioner, serta studi literatur dan dokumentasi. Analisis tingkat kerawanan bencana tanah longsor dilakukan dengan memetakan dan mengolah tujuh variabel utama (kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, kondisi geologi, dan kegempaan) menggunakan sistem informasi geografis (GIS) melalui perangkat lunak ArcGIS 10.8 dan Global Mapper. Variabel-variabel tersebut di overlay secara spasial untuk menghasilkan peta kerawanan longsor. Sementara itu, tingkat kesiapsiagaan masyarakat diukur dengan teknik persentase, skoring, dan penghitungan indeks berdasarkan lima parameter UNESCO/ISDR dan LIPI (2006), yaitu: Pengetahuan dan Sikap (KA), Perencanaan Kedaruratan (EP), Sistem Peringatan Dini (WS), Mobilisasi Sumber Daya (RMC), serta Kebijakan dan Panduan (PG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan bencana tanah longsor di Desa Parentas termasuk kategori tinggi/rawan. Faktor dominan yang teridentifikasi melalui analisis GIS adalah kemiringan lereng 30°–45° (41,63% luas wilayah), curah hujan rata-rata 2.405,3 mm/tahun, jenis tanah Andosol dan Latosol yang peka longsor, penggunaan lahan yang belum sesuai kaidah lingkungan, kerapatan vegetasi sedang (36,72%), serta kegempaan sedang (251 kejadian gempa 4,5–6,5 SR dalam radius 150 km periode 2013–2023). Sementara itu, tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara keseluruhan berada pada kategori kurang siap dengan indeks total 51,23. Secara rinci: parameter KA (61,34 – hampir siap), EP (45,80 – kurang siap), WS (47,25 – kurang siap), RMC (38,62 – belum siap), dan PG (38,60 – kurang siap). Masyarakat masih mengandalkan pengetahuan tradisional dan respon pasca-bencana, belum memiliki sistem peringatan dini terpadu, jalur evakuasi resmi, maupun kebijakan desa yang memadai. Penelitian ini membuktikan kedua hipotesis yang diajukan. Disarankan agar pemerintah desa, BPBD, dan stakeholder terkait segera menyusun regulasi kebencanaan, meningkatkan edukasi dan simulasi secara berkala, serta membangun sarana prasarana mitigasi berbasis masyarakat agar risiko bencana dapat diminimalisir.
Kata Kunci : kesiapsiagaan masyarakat, tanah longsor, kerawanan bencana, analisis GIS, Desa Parentas, mitigasi bencana
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:17 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 02:17 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6514 |
