SARI, RIANTI MELIYA (2026) NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI SEREN TAUN DI DESA CISUNGSANG KECAMATAN CIBEBER KABUPATEN LEBAK. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (189kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (445kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (262kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (208kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (232kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (249kB)
7. BAB 1.pdf
Download (264kB)
8. BAB 2.pdf
Download (358kB)
9. BAB 3.pdf
Download (314kB)
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (181kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
14. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (117kB)
Abstract
Tradisi Seren Taun merupakan upacara adat tahunan masyarakat Kasepuhan Cisungsang yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi. Dalam perkembangannya sebagaian generasi muda masih memandang bahwa tradisi Seren Taun hanya sebatas kegiatan seremoni, sehingga makna dan nilai kearifan lokal serta filosofi yang terkandung masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pelaksanaan tradisi Seren Taun dan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Tradisi Seren Taun dimulai dari rapat panitia dan penataan lokasi, rasul pare di Leuit, bubuka/pantun, pentas kesenian, permainan tradisional, saresehan, balik taun rendangan, ngareremokeun, upacara Seren Taun. Tradisi Seren Taun di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak mengandung berbagai nilai kearifan lokal yang penting bagi kehidupan masyarakat. Nilai religius terlihat dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen melalui doa dan ritual adat, yang menunjukkan bahwa keberhasilan tidak lepas dari anugerah-Nya. Nilai seni tampak dalam berbagai pertunjukan seperti angklung dogdog lojor, jaipong, debus, dan pencak silat yang berfungsi sebagai identitas budaya sekaligus sarana pelestarian tradisi. Selain itu, nilai gotong royong tercermin dari keterlibatan seluruh masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan secara sukarela, yang memperkuat kebersamaan dan solidaritas. Nilai sejarah juga sangat kuat karena tradisi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga dan menjadi media pembelajaran bagi generasi muda. Nilai kemanusiaan terlihat dari sikap saling menghormati, empati, dan keramahan terhadap sesama maupun tamu. Sementara itu, nilai ekonomi muncul dari meningkatnya aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat selama pelaksanaan Seren Taun, sehingga turut meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kata kunci : Seren Taun, Nilai Kearifan Lokal, Masyarakat Adat, Kasepuhan Cisungsang, Budaya Sunda.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 07:18 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 07:18 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6489 |
