Silviana, Silva (2026) LEGITIMASI POLITIK KEPALA DESA DALAM DUA PERIODE KEPEMIMPINAN (Studi Kasus Kepala Desa Pawindan Kecamatan Ciamis: Ahmad Kartoyo). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (147kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (881kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (161kB)
4. DAFTAR ISI.pdf
Download (184kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (218kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (194kB)
7. BAB I.pdf
Download (228kB)
8. BAB II.pdf
Download (292kB)
9. BAB III.pdf
Download (165kB)
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (690kB)
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (179kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Keberlanjutan kepemimpinan kepala desa dalam pilkades bukan hanya soal kemenangan dalam pemilihan, tetapi juga bukti kepercayaan dan dukungan berkelanjutan dari warga desa terhadap kepala desa tersebut. Mengindikasikan bahwa kepala desa telah memenuhi harapan dan mendapatkan legitimasi dari masyarakat atas kinerjanya selama masa jabatan pertama. Penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana bentuk legitimasi kepala desa Pawindan dalam dua periode kepemimpinan nya.. Tujuan penelitian ini untuk untuk mendapatkan Gambaran dan penjelasan tentang bentuk legitimasi kepala desa Pawindan dalam dua periode kepemimpinan nya.. Adapun teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori Legitimasi Max Weber yang mengklasifikasikan legitimasi politik ke dalam tiga tipe ideal (legitimasi tradisional, karismatik, legal-rasional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi Kepala Desa Pawindan bersifat hibrid dengan dominasi legitimasi tradisional yang sangat kuat. Legitimasi tradisional bersumber dari posisi Ahmad Kartoyo sebagai putra kepala desa pertama pasca pemekaran, yang menciptakan sistem kepemimpinan yang menyerupai dinasti politik berbasis keturunan. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat dari berbagai segmen mulai dari generasi muda hingga lansia menerima kepemimpinannya terutama karena faktor keturunan dan jaringan kekerabatan yang luas dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Legitimasi legal-rasional juga berkembang signifikan melalui transparansi pengelolaan keuangan desa, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, partisipasi inklusif dalam musyawarah desa, serta mekanisme perencanaan berbasis data dan aspirasi masyarakat. Implementasi program bantuan sosial yang transparan dengan prosedur berjenjang memperkuat legitimasi berbasis kinerja. Masyarakat penerima manfaat menilai kepemimpinan berdasarkan hasil kerja konkret yang dapat dirasakan langsung, menunjukkan transisi bertahap dari legitimasi murni tradisional menuju sistem yang lebih rasional dan prosedural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa legitimasi Kepala Desa Pawindan merupakan hibridisasi legitimasi dalam masyarakat transisional, dimana legitimasi tradisional tetap menjadi fondasi utama yang kemudian diperkuat oleh legitimasi legal-rasional melalui kinerja administratif dan kepatuhan procedural, ini mencerminkan dinamika modernisasi politik di tingkat desa, dimana institusi demokratis dan legal-rasional diimplementasikan namun belum sepenuhnya menggantikan struktur legitimasi tradisional yang telah mengakar.
Kata Kunci: Legitimasi, Kepala Desa, Pilkades
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 07:18 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 07:18 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6443 |
