SEPHIRA, CHOYA KARTIKA (2025) GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE IBU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGEUREUNG. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (47kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (18kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (45kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (113kB)
5. RIWAYAT HIDUP.pdf
Download (124kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (99kB)
7. PERNYATAAN.pdf
Download (55kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (121kB)
9. ABSTRAK.pdf
Download (227kB)
10. BAB I.pdf
Download (205kB)
11. BAB II.pdf
Download (447kB)
12. BAB III.pdf
Download (287kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (274kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (312kB)
15. BAB VI.pdf
Download (138kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (207kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sanitasi lingkungan dan personal hygiene merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit berbasis lingkungan seperti diare. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel ibu balita yang mengalami diare pada bulan Oktober Desember 2023 sebanyak 48 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sarana air bersih, sebagian besar responden memiliki konstruksi sumur tidak lengkap (62,5%), ketinggian bibir sumur <0,8 meter (70,8%), kondisi radius lantai sumur <1 meter (77,1%), jarak sumur ke SPAL <10 meter (78%), serta penutup sumur (64,6%). Pada penyediaan air minum, sebagian besar responden menggunakan galon isi ulang (56,3%) dan tidak melakukan pengolahan air minum (60,4%). Pada sarana jamban sehat, sebagian besar responden memiliki lantai jamban rapat (100%), kloset leher angsa (93,8%), SPAL (85,4%), rumah jamban dan atap (100%), bahan lantai jamban yang kedap air (100%), namun jarak resapan ke sumur masih <10 meter (78%). Pengelolaan sampah menunjukkan sebagian besar responden tidak melakukan pemilahan sampah (72,9%), tempat sampah terbuka (83,3%), tidak membuang sampah setiap hari (91,7%), terdapat sampah di dalam rumah (75%), tempat sampah kedap air (58,3%), sampah diangkut oleh petugas (72,9%). Pada sarana saluran pembuangan air limbah, sebagian besar responden tidak terdapat bau (81,7%), genangan (89,6%), tidak ditemukan vektor (100%), dan limbah kaman mandi dan dapur terpisah (66,7%), namun sebagian besar SPAL tidak terhubung dengan saluran pembuangan umum atau sumur resapan (73,2%). Dari aspek perilaku higiene, sebagian besar responden memiliki kebiasaan cuci tangan pakai sabun kategori buruk (58,3%), sedangkan kebiasaan memotong kuku menunjukkan proporsi yang sama antara kategori baik dan buruk (50%). Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk memperbaiki kondisi fisik sumur, meningkatkan personal hygiene, melakukan pengolahan air minum yang aman, serta meningkatkan pengelolaan sampah guna menjaga kualitas sanitasi lingkungan.
Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Personal Hygiene, Diare Balita
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 02:29 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 02:29 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5566 |
