HUBUNGAN PENGETAHUAN INDIGENOUS PEOPLE TENTANG TUMBUHAN KABOA (Aegiceras corniculatum) TERHADAP INDIGENOUS KONSERVASI SEBAGAI UPAYA MENJAGA BIODIVERSITAS MANGROVE DI PANTAI SANCANG GARUT

MARYANI, RINA (2022) HUBUNGAN PENGETAHUAN INDIGENOUS PEOPLE TENTANG TUMBUHAN KABOA (Aegiceras corniculatum) TERHADAP INDIGENOUS KONSERVASI SEBAGAI UPAYA MENJAGA BIODIVERSITAS MANGROVE DI PANTAI SANCANG GARUT. Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
COVAR.pdf

Download (22kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (250kB)
[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (253kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (119kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (106kB)
[img] Text
DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR.pdf

Download (250kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (150kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (500kB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (917kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (266kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (250kB)

Abstract

ABSTRAK RINA MARYANI. 2022. HUBUNGAN PENGETAHUAN INDIGENOUS PEOPLE TENTANG TUMBUHAN KABOA (Aegiceras Corniculatum) TERHADAP INDIGENOUS KONSERVASI SEBAGAI UPAYA MENJAGA BIODIVERSITAS MANGROVE DI PANTAI SANCANG GARUT. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. Kaboa (Aegiceras corniculatum) merupakan salah satu jenis mangrove yang dikenal sebagai tumbuhan endemik di kawasan Pantai Sancang karena legenda dan mitos yang dimilikinya. Saat ini tumbuhan Kaboa di Pantai Sancang jumlahnya semakin berkurang. Salah satu penyebabnya dapat berasal dari adanya gangguan dari manusia baik gangguan terhadap habitat ataupun dari perlakuan lain terhadap spesies tersebut. Berkurangnya jumlah individu dari spesies tersebut di Pantai Sancang dapat dihindari dengan mengetahui hubungan pengetahuan indigenous people tentang tumbuhan Kaboa (Aegiceras corniculatum) terhadap sikap indigenous konservasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini dilakukan di Desa Sancang, Desa Sagara, Desa Karyamukti, dan Desa Karyasari, Kabupaten Garut dengan instrumen penelitian berupa kuisioner yang diberikan kepada 100 responden dari keempat desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat lokal terhadap tumbuhan Kaboa berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata yaitu 77,48 sementara sikap indigenous konservasi masyarakat terhadap tumbuhan Kaboa berada pada kategori memihak dengan nilai rata-rata yaitu 82,13. Nilai hubungan keduanya adalah 0,620 yang menujukkan terdapat hubungan signifikan yang kuat dan searah antara variabel pengetahuan indigenous people tentang tumbuhan Kaboa (Aegiceras corniculatum) dengan indigenous konservasi. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan Kaboa maka sikap konservasi yang dilakuakn masyarakat juga akan meningkat. Masyarakat sudah mengetahui bahwa tumbuhan Kaboa wajib dilindungi namun masyarakat masih belum mengetahui bagaimana cara melindungi tumbuhan tersebut dengan tepat. Kata kunci: Pengetahuan; Sikap; Konservasi; Kaboa (Aegiceras Corniculatum); Pantai Sancang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Rema Puri Irma Sri Katon
Date Deposited: 07 Feb 2023 01:00
Last Modified: 07 Feb 2023 01:00
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/8332

Actions (login required)

View Item View Item