FIRDAUS, FADHILAH RIZKY (2026) ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN TITIK IMPAS USAHA BUDIDAYA CABAI RAWIT MERAH (Kasus Pada Seorang Petani di Kelurahan Sukanagara Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya). Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (44kB)
2 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (172kB)
3 PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT.pdf
Download (170kB)
4 KATA PENGANTAR.pdf
Download (127kB)
5 ABSTRAK.pdf
Download (133kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (289kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (178kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (171kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (171kB)
10 BAB I.pdf
Download (144kB)
11 BAB II.pdf
Download (307kB)
12 BAB III.pdf
Download (455kB)
13 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
14 BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8kB)
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (142kB)
16 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (772kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha budidaya cabai rawit merah; menilai kelayakan finansial; serta menentukan titik impas usaha pada Petani di Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan memanfaatkan data primer bersifat kuantitatif yang dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi terstruktur, serta dokumentasi sebagai pendukung data lapangan. Data yang diperoleh diolah secara kuantitatif menggunakan Microsoft Word dan Microsoft Excel serta disajikan dalam bentuk tabulasi untuk mempermudah proses analisis finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan petani sebesar Rp4.418.250 dengan Luas lahan 560 m², total penerimaan mencapai Rp6.037.000, sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp1.618.750 per musim tanam. Nilai R/C Ratio sebesar 1,36 mengindikasikan bahwa usaha budidaya cabai rawit merah layak untuk diusahakan karena nilai tersebut lebih besar dari 1. Analisis titik impas menunjukkan bahwa BEP penerimaan berada pada nilai Rp2.298.517,31, sedangkan penerimaan aktual jauh melampaui nilai tersebut. Titik impas volume produksi tercapai pada 76,34 kg, sementara realisasi produksi mencapai 200,5 kg. Titik impas harga berada pada Rp22.036/kg, lebih rendah dari harga jual rata–rata yaitu Rp30.110/kg. Seluruh nilai aktual usaha telah melampaui batas titik impas, sehingga usaha budidaya cabai rawit Merah dinyatakan berada pada kondisi menguntungkan.
Kata Kunci: Budidaya, Cabai Rawit Merah, Kelayakan Finansial, Titik Impas
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 03:49 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 03:49 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7666 |
