SINUR, MUHAMMAD RINALDY (2026) ANALISIS KELAYAKAN BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN GURAMI SOANG. Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (217kB)
2 PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT.pdf
Download (347kB)
3 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (400kB)
4 ABSTRAK.pdf
Download (216kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (141kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (196kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (161kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (215kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
10 BAB I.pdf
Download (412kB)
11 BAB II.pdf
Download (607kB)
12 BAB III.pdf
Download (390kB)
13 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
14 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (442kB)
15 BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
16 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (257kB)
17 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (722kB)
Abstract
Usaha pembenihan ikan gurami soang merupakan salah satu kegiatan budidaya perikanan yang memiliki prospek ekonomi dan berpotensi meningkatkan pendapatan pembudidaya apabila dikelola secara efisien. Analisis kelayakan usaha diperlukan untuk mengetahui kemampuan usaha dalam menghasilkan keuntungan serta sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembenihan ikan gurami soang pada Pokdakan Saboga Ikan dan Pokdakan Jatihurip di Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Revenue Cost Ratio dan Break Even Point yang meliputi BEP unit produksi dan BEP harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pokdakan Saboga Ikan memperoleh total penerimaan sebesar Rp64.800.000 dengan total biaya produksi sebesar Rp44.149.960 sehingga menghasilkan nilai R/C Ratio sebesar 1,47. Nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha layak dijalankan karena mampu memberikan keuntungan. sedangkan BEP harga sebesar Rp6.132/ekor dengan harga jual aktual Rp.9.000/ekor. Hasil BEP unit sebesar 4.646 ekor, sedangkan produksi aktual mencapai 7.200 ekor, sehingga produksi telah melampaui titik impas. Sebaliknya, Pokdakan Jatihurip memperoleh total penerimaan sebesar Rp13.500.000 dengan total biaya produksi sebesar Rp26.962.240 dan nilai R/C Ratio sebesar 0,50, sehingga usaha belum layak secara finansial. Nilai BEP unit sebesar 479.449 butir dengan produksi aktual hanya mencapai 180.000 butir, sedangkan BEP harga sebesar Rp150 per butir lebih tinggi dibandingkan harga jual aktual sebesar Rp75 per butir. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efisiensi biaya produksi, pencapaian volume produksi, dan penetapan harga jual merupakan faktor utama yang memengaruhi kelayakan usaha pembenihan ikan gurami soang serta keberlanjutan pengembangannya.
Kata kunci: Break Even Point ; Gurami soang; Kelayakan Usaha;
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 03:09 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 03:09 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7653 |
