HAMDAYANI, ANNISA (2026) POTENSI EKSTRAK KULIT UMBI KENTANG (Solanum tuberosum L.) SEBAGAI PENGHAMBAT PENYAKIT CROWN ROT PADA BUAH PISANG (Musa spp.) SECARA IN VITRO DAN IN VIVO. Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (194kB)
2 LEMBAR PERNYATAAN .pdf
Download (341kB)
3 LEMBAR PENGESAHAN .pdf
Download (348kB)
4 ABSTRAK.pdf
Download (117kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (247kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (251kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (224kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (210kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (219kB)
10 BAB I.pdf
Download (249kB)
11 BAB II.pdf
Download (517kB)
12 BAB III.pdf
Download (468kB)
13 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
14 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (238kB)
16 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
17 RIWAYAT HIDUP PENULIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (194kB)
Abstract
Penyakit crown rot merupakan salah satu penyebab penurunan mutu dan daya simpan buah pisang, sedangkan penggunaan fungisida sintetis berisiko menimbulkan residu, resistensi patogen, dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kulit umbi kentang (Solanum tuberosum L.) dalam menghambat penyakit crown rot serta mempertahankan mutu fisik dan kimia buah pisang selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan melalui uji in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan uji in vivo menggunakan Rancangan Acak Kelompok, masing-masing terdiri atas enam perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi kontrol negatif, kontrol positif berbahan aktif propineb, serta ekstrak kulit umbi kentang dengan konsentrasi 40%, 20%, 10%, dan 5%. Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit umbi kentang berpotensi menghambat pertumbuhan patogen pada uji in vitro, yang ditunjukkan oleh diameter koloni lebih rendah dan daya hambat lebih tinggi dibandingkan kontrol. Pada uji in vivo, ekstrak menunjukkan potensi dalam memperlambat perkembangan penyakit. Ekstrak juga berpotensi mempertahankan kandungan asam tertitrasi total, tetapi belum memberikan pengaruh nyata terhadap susut bobot, indeks warna, kekerasan, kemanisan, dan vitamin C. Beberapa parameter utama tidak menunjukkan perbedaan nyata antarkonsentrasi. Konsentrasi 5% telah memberikan penghambatan yang baik pada uji in vitro, sedangkan konsentrasi 10% menunjukkan respons terbaik secara deskriptif pada uji in vivo berdasarkan intensitas penyakit terendah dan efikasi tertinggi. Kata kunci: crown rot, ekstrak kulit umbi kentang, Fusarium oxysporum, pisang, Solanum tuberosum L. i
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 03:06 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 03:06 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7652 |
