HILMI, IQBAL SEPTIANTO (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS URUG TAHUN 2025. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. cover.pdf
Download (21kB)
2. halaman persetujuan.pdf
Download (1MB)
3. Halaman Pengesahan.pdf
Download (616kB)
4. Halaman Persembahan.pdf
Download (212kB)
5. Daftar Riwayat Hidup.pdf
Download (221kB)
6. Daftar Isi.pdf
Download (249kB)
7. Pernyataan.pdf
Download (437kB)
8. Kata Pengantar.pdf
Download (219kB)
9. Abstrak Indonesia dan Inggris.pdf
Download (218kB)
10. Bab I.pdf
Download (353kB)
11. Bab II.pdf
Download (420kB)
12. Bab III.pdf
Download (559kB)
13. bab IV.pdf
Download (551kB)
14. Bab v.pdf
Download (369kB)
15. Bab VI.pdf
Download (339kB)
16. Daftar Pustaka.pdf
Download (444kB)
17. Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik akibat bakteri Salmonella enterica serovar Typhi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kasus demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Urug Kota Tasikmalaya meningkat signifikan dari 528 kasus pada tahun 2022 menjadi 1.362 kasus pada tahun 2024, atau meningkat sebesar 157,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Urug Kota Tasikmalaya tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain studi case-control dengan sampel 50 kasus dan 100 kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara riwayat keluarga (p=0,000; OR=5,798), sumber air bersih (p=0,02; OR=2,411), ketersediaan jamban sehat (p=0,000; OR=7,812), ketersediaan sarana pembuangan sampah (p=0,03; OR=3,030), dan higiene perorangan (p=0,001; OR=3,324) dengan kejadian demam tifoid. Sementara itu, penyimpanan makanan yang aman tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,142). Simpulan penelitian ini adalah ketersediaan jamban sehat merupakan faktor risiko paling dominan terhadap kejadian demam tifoid dengan nilai OR tertinggi (OR=7,812), diikuti oleh riwayat keluarga, higiene perorangan, ketersediaan sarana pembuangan sampah, dan sumber air bersih. Disarankan kepada masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan jika memiliki riwayat keluarga demam tifoid, menggunakan sumber air bersih yang memenuhi syarat, menyediakan jamban sehat, mengelola sampah dengan baik, serta senantiasa menerapkan higiene perorangan sebagai upaya pencegahan demam tifoid secara berkelanjutan.
Kata Kunci: tifoid, higiene, jamban, sanitasi, air bersih
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 03:34 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 03:34 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7586 |
